Dua Bersahabat Tewas

[tie_list type=”minus”]Korban Selamat Trauma Tidak Bisa Membantu[/tie_list]

bandungekspres.co.id– Dua sahabat karib Dwi Umbara, 17, dan Rizki Sayid Fadilah, 17, tewas bersamaan setelah tenggelam di Curug Cilaki di wilayah PLTA Malabar, Kamis (31/12) sekitar pukul 13.00. Kedua remaja tersebut ditemukan, Jumat (1/1) masih di kawasan Curug Cilaki dengan jarak 5 meter antara Dwi dan Rizki.

Peristiwa ini terjadi ketika kedua korban mengunjungi Curug Cilaki di dekat kawasan perkebunan teh Malabar wilayah PLTA Malabar, untuk menjelajah alam dan makan-makan di akhir tahun.

Danramil 0911 Pangalengan Kapten Inf Dadang S mengungkapkan, menurut informasi dari saksi, korban datang dengan satu teman lainnya di sekitar Sentral Saringan Cilaki PLTA Malabar, di Kampung Malabar, Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan.

”Yang bernama Ade Jimmy berteriak minta tolong. Dia tidak bisa menolong para korban karena tidak bisa berenang,” ucap Dadang.

Korban selamat Ade Jimmy mengungkapkan, tiga sekawan ini mengunjungi curug kecil tersebut, Kamis (31/12) pukul 10.00. Mereka berniat menjelajah alam dan sempat tidak dapat menemukan lokasi curug setelah berjalan lama di kawasan perkebunan teh.

Sesampainya di kolam curug, tutur Ade, kedua sahabatnya langsung berenang dan mengajaknya ikut berenang. Namun, Rizki dan Dwi berenang terlampau jauh sampai ke turunan curug. ”Saya melihat mereka kewalahan berenang, serta memanggil-manggil nama saya ‘jim tulung jim’ (jim tolong jim, Red),” tutur Ade.

Melihat kondisi tersebut, Ade langsung turun ke danau untuk membantu mereka sambil mengulurkan bambu. Namun, langkah dia terhenti. ”Saya tidak bisa lebih mendekat karena kolam sangat dalam. Ternyata bambunya kurang panjang dan saya kembali untuk mencari bambu yang lebih panjang,” papar Ade dengan wajah yang masih trauma serta sesekali dia melamun.

Saat kembali ke kolam curug, Ade tidak lagi melihat dua sahabatnya itu. Ade pun pulang ke kampungnya untuk memberi tahu keluarga Dwi dan Rizki. Ade yang sebelumnya sempat memberi tahu warga sekitar curug tentang kejadian tersebut.

Ade masih nampak tertekan dan syok di rumahnya. Dia merasa depresi karena tidak bisa menyelamatkan kedua sahabat sejak umur 3 tahun tersebut. Dia berkali-kali meminta maaf kepada keluarga Rizki dan Dwi karena tidak bisa menyelamatkan sahabatnya tersebut.

Tinggalkan Balasan