oleh

Sekretaris Palsukan Ajb

[tie_list type=”minus”]Menjadikan Aset Perusahaan Jadi Pribadi[/tie_list]

BALEENDAH – Majelis hakim Pengadilan Negeri Bale Bandung (PNBB) Klas 1A menjatuhkan vonis 1,6 tahun kepada Ariana Febrinawati, mantan karyawan PT Senlu Indonesia karena pemalsuan data.

Pelaku yang diketahui sekretaris perusahaan itu diduga bersiasat dengan melakukan menipu dan memalsukan data perusahaan. Tuntutan terhadap Ariana ini bermula dari masalah jual beli tanah. Pada 2011 lalu, terdakwa sebagai sekretaris PT Senlu Indonesia yang beralamat di Jalan Raya Cikancung, Kabupaten Bandung, dipercaya Direktur Lin Yao Liang untuk membeli sejumlah tanah di sekitar pabrik.

Terdakwa saat itu berhasil membeli 14 lokasi tanah warga di sekitar pabrik. Pembelian tanah tersebut dimaksudkan untuk perluasan lahan pabrik. Jumlah pembayaran yang dikeluarkan PT Senlu untuk pembelian tanah tersebut yakni Rp 2 miliar dengan luas tanah mencapai 1,6 hektar.

Wakil Direktur Utama PT Senlu H Efendi menjelaskan, dalam perjalanannya akta jual beli (AJB) tanah tersebut diatasnamakan terdakwa, bukan atas nama perusahaan. ”Dia (Ariana) dilaporkan karena berencana menggelapkan tanah dengan mengambil hak AJB yang seharusnya atas nama perusahaan,” kata Efendi di PNBB kemarin (19/10).

Di persidangan sebelumnya, terdakwa mengaku ingin menguasai seluruh tanah yang sudah dijadikan AJB atas nama terdakwa. Hingga akhirnya, tindakan terdakwa pun diketahui pihak perusahaan dan kemudian dilaporkan ke polisi. Terdakwa pun dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 263 ayat (1), pasal 266 ayat (2), dan pasal 263 ayat (2) KUHPidana.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga