Mulai 17 Juni, Museum Sri Baduga Bakal Pamerkan Sejarah Tatar Sunda

Mulai 17 Juni, Museum Sri Baduga Bakal Pamerkan Sejarah Tatar Sunda
Museum Sri Baduga (instagram museum)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pameran khusus sejarah peradaban Tatar Sunda akan dipamerkan di Museum Sri Baduga milai 17 Juni mendatang. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin mendalami sejarah Tatar Sunda.

Kepala UPTD Pengelolaan Kebudayaan Daerah Jawa Barat Ary Heriyanto menjelaskan, selain untuk mendongkrak pengunjung, kegiatan itu juga bagian dari membumikan sejarah peradaban Tatar Sunda.

Dengan pameran itu, masyarakat bisa belajar sejarah langsung. Mulai dari sejarah awal hingga perkembangan Jawa Barat terkini. “Jadi ini bukan sekadar nostalgia, tapi upaya untuk merangka benang merah peradaban,” cetusnya, Sabtu (6/6).

Baca Juga:Penataan Museum Pajajaran, Disparbud Kota Bogor Ajukan Dana Rp23,9 Miliar! Lewat Daftar WBTB, Disparbud Dongkrak Harta Karun Karya Budaya

Ary menjelaskan, pameran itu akan dikemas lebih menarik. Artinya tak hanya menyajikan beberapa koleksi museum yang selama ini telah ada dan dipajang.

Diantaranya akan menambah beberapa infografis, narasi sejarah, dan materi visual. “Kami ingin mengajak pengunjung memahami perkembangan Tatar Sunda sebagai wilayah budaya yang memiliki jejak peradaban panjang,” katanya.

Menurut Ary, materi pameran sengaja disusun tematik. Dengan harapan bisa makin memudahkan masyarakat memahami jejak dan alur sejarahnya. Beberapa bagian utama yang ditampilkan meliputi pengenalan Tatar Sunda, revolusi peradaban, identitas Sunda dan kedaulatan lokal, masa Kerajaan Tarumanagara, Galuh, Sunda, Pakuan Pajajaran, Sumedang Larang, hingga Kesultanan Cirebon.

“Kami nanti juga menampilkan berbagai koleksi dan materi pendukung, seperti prasasti, naskah, arca, artefak prasejarah, peta, serta infografis sejarah,” cetusnya.

Museum Sri Baduga sendiri adalah museum milik Pemprov Jawa Barat. Museum di depan Lapangan Tegallega itu berdiri pada tahun 1974 atas gagasan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Barat Aang Kunaefi.

Kemudian pada 5 Juni 1980 diresmikan dengan nama Museum Negeri Provinsi Jawa Barat oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dr Daoed Joesoef. (Son)

0 Komentar