oleh

Tim Mercedes Kembali Mendominasi

[tie_list type=”minus”]Hamilton Sapu Bersih Latihan Hari Pertama[/tie_list]

SHANGHAI – Mercedes kembali unjuk taji di Shanghai. Kalah dari Ferrari di ronde kedua Formula 1 di Sepang, Malaysia tim Silver Arrows ingin membuktikan bahwa kehilangan podium pertama dua pekan lalu hanyalah kebetulan.

Kemarin (10/4) juara bertahan Lewis Hamilton memamerkan ketangguhannya dengan menyapu bersih tempat teratas pembalap tercepat di dua sesi latihan bebas.

Dominasi Hamilton sudah dimulai sejak latihan bebas pertama (FP1) pagi. Waktu terbaiknya 1 menit 39.033 detik cukup untuk memastikan posisinya di puncak daftar pembalap tercepat sampai akhir sesi. Tidak berhenti di situ, selisih waktunya dengan rekan setimnya Nico Rosberg di urutan kedua begitu meyakinkan- lebih dari setengah detik.

Finis 1-2 di sesi latihan pertama membuktikan bahwa Mercedes belum kehilangan dominasinya di musim ini. Hasil tersebut bisa jadi akan terulang ketika lomba besok, Minggu (12/4).

Pada sesi latihan sore, Hamilton semakin tak terbendung. Membukukan waktu tercepat 1 menit 37.219 detik, pembalap Stevenage, Inggris tersebut sukses mengukukan marjin 0,4 detik di depan para rivalnya. Namun kali ini Ferrari mengganggu dominasi Mercedes dengan menempatkan Kimi Raikkonen di urutan kedua. Pembalap Finlandia tersebut menjadi satu-satunya pesaing yang mampu menjaga gap waktu di bawah satu detik di belakang Hamilton.

Baca Juga:  Panglima TNI Marsekal Hadi Didesak Dicopot, Ternyata Bukan Hanya Karena KRI Nanggala Tenggelam

’’Latihan pagi kami mengalami kesulitan karena ditemukan beberapa masalah kecil. Tapi pada sore hari ada masalah pada rem dan kami menggantinya. Para mekanik bekerja dengan cepat dan baik untuk mengatasinya,’’ ujar Raikkonen.

Meski demikian, lanjutnya, masih perlu beberapa perbaikan karena timnya fokus untuk meraih hasil maksimal pada sesi kualifikasi hari ini.

Soal persaingan di balapan besok, mantan pembalap McLaren tersebut yakin Ferrari bakal kembali menjadi penantang serius dalam perebutan podium teratas. Hamilton menyebutkan Ferrari, baru kemudian rekan setimnya Rosberg.

Baca Juga:  Jaga Peluang Juara, Barcelona Gasak Tipis Valencia 3-2

’’Jarak kami (Mercedes-Ferrari) begitu dekat dan Nico (Rosberg) juga cepat. Jadi aku rasa kami akan benar-benar bertarung di depan,’’ ujar pembalap kulit hitam pertama di Formula 1 tersebut.

Satu hal yang membuatnya yakin dengan performa Mercedes di Shanghai adalah temperatur udara. Menurut Hamilton W06 miliknya terasa jauh lebih baik di cuaca dingin. ’’Ban tidak meleleh, jadi terasa berbeda (dengan Malaysia) dan lebih enak dikendarai,’’ tandasnya.

Keyakinan yang hampir sama juga diutarakan Nico Rosberg. Menurutnya, Mercedes masih tercepat dalam hal satu putaran lap. Jadi akan sangat kuat pada sesi kualifikasi. Namun untuk balapan akan bergantung pada manajemen ban. ’’Untuk balapan, mari kita tunggu dan lihat. Kami butuh menganalisa penggunaan ban,’’ tandasnya.

Latihan hari pertama GP Shanghai diwarnai insiden membahayakan dari seorang penonton. Seorang pria tiba-tiba berlari menyeberang trek lalu memanjat pit wall di tengah sesi latihan kedua yang sedang berlangsung.

Baca Juga:  Tangani Dampak Covid-19, Pemda Diminta Manfaatkan BP Jamsostek

Penonton yang memegang tiket grandstand itu dilaporkan melompati pagar di pinggir sirkuit di sepanjang trek lurus. Dia kemudian memanfaatkan jeda antara pembalap Sauber dan Force India untuk berlari ke seberang trek dan memanjat dinding menuju garasi Ferrari.

Di sana petugas langsung mengejar dan meringkusnya. ’’Aku ingin menjajal mobil itu,’’ teriak pria nekat tersebut dalam bahasa Mandarin saat diserahkan kepada aparat kepolisian.

Direktur Balap FIA Charlie Whiting langsung menginstruksikan kepada petugas lapangan untuk meningkatkan keamanan setelah insiden tersebut terjadi. Setelah itu, seperti dilaporkan Autosport jumlah personel ditingkatkan sampai dua kali lipat.

Kejadian itu tidak disiarkan langsung di televisi. Tapi kemudian diberitakan dalam siaran ulang. Kasus tersebut adalah kali pertama sejak 12 tahun terakhir. Pada 2003, seorang demonstran Neil Horan berlari ke tengah sirkuit Silverstone sambil mengenakan sarung dan membawa poster bernuansa keagamaan. (cak/rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga