Gangguan tersebut, kata Dimas, turut memengaruhi aktivitas sehari-hari. Pikiran yang terus dipenuhi berbagai hal membuatnya terkadang merasa tidak nyaman ketika hendak bekerja maupun menjalankan aktivitas lainnya.
“Ya terganggu, apalagi kalau misalnya saya mau kerja atau ada aktivitas lainnya itu nggak enak aja gitu. Kayak misalnya ada kepikiran sesuatu yang belum pasti atau kepikiran ini itu, jadi mau melakukan aktivitas sehari-hari itu memang sedikit terganggu,” kata Dimas.
Karena itu, Dimas berharap program konseling kesehatan mental gratis dapat terus dilakukan Pemerintah Kota Bandung. Menurutnya, banyak anak muda yang menghadapi persoalan serupa, tetapi belum tentu memiliki keberanian atau kemampuan finansial untuk datang ke psikolog.
Baca Juga:68 Bencana Terjadi di Kabupaten Tasikmalaya Sepanjang SeptemberMendag Siapkan Fasilitas Branding untuk 500 UMKM, Dorong Produk Lokal Naik Kelas
“Kalau harapan sih mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus berlangsung, apalagi gratis ya. Karena menurut saya kesehatan mental itu penting, apalagi sekarang anak-anak muda banyak yang mengidap gangguan kesehatan mental dan mereka mungkin tidak sanggup atau malu untuk ke psikolog karena mungkin biaya juga ya,” harapnya.
Pengalaman serupa juga dirasakan Astuti Widiawati (32). Perempuan yang bekerja di salah satu tempat makan di Kota Bandung itu mengaku beberapa tahun terakhir sering mengalami stres berlebih.
Sebagai ibu dengan satu anak, Astuti mengatakan kebiasaan memendam masalah justru membuat pikirannya semakin terbebani. Hal-hal yang sebenarnya ringan pun terkadang terus dipikirkannya.
“Saya itu memang sering stres, jadi setiap ada hal-hal yang sebenarnya ringan untuk dilakukan itu saya sering dipendam atau dipikirin gitu. Jadi misalnya kalau saya lagi kesel atau marah itu saya sering dipendam jadi tidak terlupakan,” ungkap Astuti.
Tekanan tersebut kemudian berpengaruh terhadap waktu istirahatnya. Astuti mengaku mengalami insomnia hingga tidak bisa tidur selama berhari-hari. Kondisi itu bahkan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari dan urusan rumah tangganya.
“Saya sering insomnia, kadang tidak tidur dua hari karena memang tidak bisa. Jadi seperti ada yang dipikirkan terlalu berlebih di dalam pikiran saya sampai urusan rumah tangga juga sering terabaikan,” kata dia.
Mendapat informasi mengenai konsultasi kesehatan mental gratis dari Dinas Kesehatan Kota Bandung melalui media sosial Instagram, Astuti pun langsung mendatangi Taman Dewi Sartika.
