Mendag Siapkan Fasilitas Branding untuk 500 UMKM, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Foto: ANTARA)
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan fasilitas branding bagi sekitar 500 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk lokal di pasar domestik maupun ekspor.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, fasilitas tersebut ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memperkuat identitas produk sehingga lebih mudah dikenal dan memiliki nilai tambah di mata konsumen.

“Nanti akan ada fasilitas branding, artinya produk Bapak-Ibu itu bagaimana supaya menjadi terkenal,” ujar Budi

Baca Juga:Danantara Investasi 250 Juta Dolar AS di Perusahaan Migas AS HighPeak EnergyMemilih Laptop Menjadi Investasi Jangka Panjang, Axioo dengan Perlindungan Axioo ADP XTRA hingga 3 Tahun

Menurutnya, penguatan merek menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM. Produk dengan kualitas yang baik, kata Budi, perlu didukung kemasan yang menarik serta identitas merek yang kuat agar mampu bersaing di pasar.

Program fasilitas branding tersebut akan diluncurkan dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten.

Usai peluncuran, Kemendag akan melakukan seleksi terhadap UMKM yang dinilai memenuhi kriteria untuk memperoleh fasilitas tersebut.

“Setelah Trade Expo nanti akan diseleksi. Seingat saya hampir 500-an, 500 UMKM,” kata Budi.

Budi menambahkan, program branding tersebut merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah dengan berbagai pihak dalam mendorong UMKM agar semakin kompetitif.

Dukungan yang diberikan tidak hanya mencakup penguatan merek, tetapi juga pendampingan dalam aspek standardisasi, kemasan, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar.

Pemerintah berharap rangkaian dukungan tersebut dapat mendorong lebih banyak produk UMKM untuk memperkuat pasar di dalam negeri sekaligus membuka peluang menembus pasar ekspor.

Baca Juga:Penganiayaan Maut Gegerkan Tanjungjaya, Pria 36 Tahun Tewas Bersimbah DarahLuhut Dorong Hilirisasi Rumput Laut, Indonesia Ingin Naik Kelas dari Eksportir Bahan Mentah

“Jadi kita sudah banyak bekerja sama dengan instansi yang mereka baik hati semua ya, membantu kita semua, membantu UMKM untuk meningkatkan daya saing para UMKM sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Budi.

0 Komentar