JABAR EKSPRES – Sebanyak 220 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Sumedang, dilantik di Gedung Negara pada Jumat (30/10/2026).
Sebanyak 220 ASN tersebut, terdiri atas pejabat administrator, pejabat pengawas, dan pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Sumedang.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, pelantikan tersebut merupakan bagian dari penataan dan penguatan organisasi perangkat daerah sesuai kebutuhan organisasi.
Baca Juga:Tak Sekadar Razia, Operasi Patuh Lodaya di Singaparna Hadirkan Edukasi hingga Cek Kesehatan GratisSekda Jateng Bakal Tindak Tegas ASN Terlibat Judi Online
Menurutnya, penataan dilakukan dengan mempertimbangkan kekosongan jabatan, penyesuaian Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), serta penguatan jabatan fungsional.
Dalam arahannya, Bupati mengingatkan kepada para ASN yang dilantik bahwa jabatan bukan sekadar pergantian posisi maupun peningkatan jenjang karier.
“Jabatan adalah amanah. Saya berharap amanah ini menjadi berkah, bukan musibah,” kata Dony di Gedung Negara Sumedang.
“Karena itu, luruskan niat bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus ibadah kepada Allah SWT,” lanjutnya.
Dony meminta, agar para pejabat yang dilantik dapat berpegang pada empat hal dalam menjalankan tugas.
Pertama, meluruskan niat bekerja sebagai bentuk ibadah dan pengabdian. Kedua, menjadikan peraturan perundang-undangan sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan.
Adapun yang ketiga, para ASN harus adaptif, kreatif, dan inovatif dengan terus belajar serta mencari cara baru untuk meningkatkan kualitas pekerjaan.
Baca Juga:Perkuat Pengawasan Program Nasional, Inspektorat Tasikmalaya Dorong APIP Lebih ProaktifDi Hari Sumpah Pemuda, Taj Yasin Minta Aksi Nyata Pemuda Atasi Persoalan Masyarakat
Kemudian keempat, mereka harus memiliki semangat berprestasi dan menghasilkan kinerja terbaik.
“Jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan jabatan, tetapi pikirkan bagaimana memberikan kinerja terbaik. Kepercayaan yang diberikan harus dijawab dengan kerja nyata,” bebernya.
Dalam hal ini, Dony juga mengingatkan kepada seluruh ASN bahwa jabatan dapat berubah sewaktu-waktu.
Oleh Karena itu, setiap pejabat harus siap ditempatkan sesuai kebutuhan organisasi tanpa memilih-milih lokasi penugasan.
“Pemimpin sejati bukan memilih tempat pengabdian, tetapi siap menaklukkan medan pengabdian yang diamanahkan,” ujar Bupati.
“Di mana pun ditempatkan, tunjukkan kemampuan dan berikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Perhatian khusus diberikan kepada para camat yang berperan sebagai pimpinan di sektor kecamatan. Dony meminta agar camat lebih sering turun ke lapangan, untuk memahami persoalan masyarakat secara langsung dan merespons kebutuhan warga dengan cepat.
