Satukan Suara, Luaskan Perlindungan: BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Media dan Influencer di Jabar

Jaminan sosial
BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jawa Barat menggelar Media Gathering di Bandung dengan melibatkan 30 wartawan dan 10 influencer untuk memperluas edukasi jaminan sosial.
0 Komentar

BANDUNG – BPJS Ketenagakerjaan memperkuat sinergi dengan insan media dan influencer di wilayah Jawa Barat melalui kegiatan Media Gathering yang bertempat di Bandung sebagai upaya meningkatkan pemahaman publik mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus mendorong perluasan cakupan perlindungan (coverage). Kolaborasi dengan media diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi mengenai manfaat program, perlindungan serta komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan yang melampaui perlindungan dasar atau Value Beyond Protection.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 wartawan dan 10 influencer. Melalui kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap informasi mengenai program perlindungan dapat dikemas dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami masyarakat (Reframe), disampaikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi saat ini (Relevansi), serta menjangkau masyarakat lebih luas sehingga mampu membangun kesadaran dan mendorong semakin banyak pekerja untuk mendapatkan perlindungan (Resonansi).

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyampaikan perkembangan perlindungan kepesertaan, program perlindungan, serta pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan dalam memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya dari berbagai risiko yang mungkin terjadi.

Baca Juga:Turba di Kecamatan Gedebage, PDI Perjuangan Kota Bandung Perkuat Konsolidasi hingga Anak RantingTelkom University Kukuhkan Dua Guru Besar di Bidang AI dan Produk Tradisional

Berdasarkan data per September 2026, dari potensi 129,9 juta tenaga kerja di Indonesia, baru sekitar 50,91 juta pekerja yang menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Khusus di Provinsi Jawa Barat, dari potensi 22,5 juta pekerja, baru 7,9 juta tenaga kerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan literasi secara masif mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan.

Saiful Hidayat menyampaikan kolaborasi dengan pemerintah, stakeholder, media dan influencer sangat dibutuhkan guna memperluas penyebaran informasi dan meningkatkan kesadaran pekerja, baik sektor Penerima Upah (PU) maupun Bukan Penerima Upah (BPU) akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kami selalu intens bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam hal ini dengan Gubernur KDM. Beliau memiliki program Asuransi Aing dengan memberikan perlindungan bagi 5,4 juta pekerja informal yang tahun depan akan didaftarkan dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memperluas cakupan perlindungan melalui dukungan dan komitmen pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” ujar Saiful.

0 Komentar