Program ini dirancang untuk mempersiapkan siswa menghadapi jenjang pendidikan SMA.
Siswa tidak hanya diperkenalkan pada cara menulis, tetapi juga belajar memahami struktur karya ilmiah, mulai dari latar belakang, kajian atau tinjauan pustaka, pengolahan data hingga penyusunan kesimpulan.
Dengan demikian, ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, siswa diharapkan tidak lagi merasa asing ketika mendapatkan tugas penelitian atau penulisan karya ilmiah.
Antologi Cerpen Jadi Warisan Karya Siswa Kelas IX
Selain karya ilmiah, SMPIT Al Fitrah juga memiliki program antologi cerpen sebagai salah satu karya siswa kelas IX.
Baca Juga:SDIT Al Fitrah Bandung Bentuk Generasi Soleh, Cerdas, dan Kreatif Lewat Program Tahfiz dan LiterasiPeringati World Pharmacists Day 2026, IAI Sumedang Tegaskan Komitmen Bersama Lawan Penyalahgunaan Obat
Program tersebut telah berjalan selama beberapa tahun. Proses penulisannya dimulai ketika siswa memasuki semester pertama kelas IX dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Siswa mendapatkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan untuk menyelesaikan proses penulisan.
Selama proses tersebut, karya siswa mendapatkan pendampingan dari guru hingga akhirnya dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah antologi.
Program ini menjadi salah satu cara sekolah untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan kemampuan literasi sekaligus kreativitas melalui tulisan.
Bagi siswa, karya tersebut juga menjadi bentuk dokumentasi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di SMPIT Al Fitrah.
Kreativitas Tidak Berhenti di Dalam Kelas
Pengembangan kreativitas juga diterapkan melalui berbagai kegiatan lain.
SMPIT Al Fitrah menerapkan pembelajaran yang menggabungkan pendekatan active learning, integrated learning, fun learning, dan student center.
Active learning mendorong siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran.
Integrated learning menggabungkan pembelajaran dengan nilai-nilai ruhiyah, sedangkan fun learning membuat kegiatan belajar berlangsung dalam suasana yang menyenangkan.
Baca Juga:BLT Dana Desa 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal, Nominal dan Cara Daftar PenerimanyaCara Bikin Kartu Layanan Gratis untuk Naik Transjakarta hingga LRT, Ada 15 Golongan yang Bisa Pakai
Sementara student center menempatkan siswa sebagai bagian utama dalam proses pembelajaran.
Konsep tersebut kemudian diperkuat melalui kegiatan seperti muhadharah, Hari Bahasa, dan berbagai aktivitas kreatif siswa.
Dalam muhadharah, misalnya, siswa mendapatkan kesempatan untuk tampil dan menunjukkan kemampuan mereka di depan orang lain.
Sekolah juga memiliki kegiatan Bahasa Inggris, Bahasa Arab dan kegiatan lain yang mendorong siswa menggunakan kemampuan komunikasi sekaligus tampil percaya diri.
Belajar Daur Ulang Sambil Membuat Produk
Salah satu bentuk pembelajaran kreatif yang pernah dilakukan siswa adalah mengolah barang yang sudah tidak terpakai menjadi produk bernilai guna.
