JABAR EKSPRES – Pendidikan di sekolah dasar tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik.
Pembentukan karakter, kemampuan membaca Al-Qur’an, literasi, kreativitas hingga pengalaman belajar di luar kelas turut menjadi bagian penting dalam perkembangan anak.
Pendekatan tersebut diterapkan SDIT Al Fitrah Bandung melalui konsep pendidikan terpadu yang memadukan kurikulum nasional, nilai-nilai Islam, pembiasaan keagamaan, literasi-numerasi hingga berbagai kegiatan berbasis pengalaman.
Baca Juga:Peringati World Pharmacists Day 2026, IAI Sumedang Tegaskan Komitmen Bersama Lawan Penyalahgunaan ObatBLT Dana Desa 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal, Nominal dan Cara Daftar Penerimanya
Kepala SDIT Al Fitrah, Fidoh Zuhriyah, S.Pd., Gr., mengatakan nilai soleh, cerdas dan kreatif yang menjadi identitas sekolah berupaya diterapkan dalam keseharian siswa, bukan sekadar menjadi slogan.
“Dari awal berdirinya itu kita punya slogan yaitu soleh, cerdas, kreatif. Dan ini pada akhirnya menjadi semua unit yang ada di Al Fitrah,” ujar Fidoh.
Tahsin dan Tahfiz Jadi Bagian Pembelajaran
Salah satu program yang menjadi bagian penting dalam pendidikan di SDIT Al Fitrah adalah Tahsin Tahfizh Al-Qur’an (TTQ).
Program tersebut disusun bertahap sesuai kemampuan siswa.
Pada kelas 1 dan 2, siswa terlebih dahulu diarahkan untuk membangun kemampuan membaca Al-Qur’an sebelum meningkatkan hafalan.
Sekolah menargetkan siswa memiliki hafalan minimal dua juz.
Namun, capaian tersebut tidak dipaksakan secara seragam karena setiap anak memiliki kemampuan dan perkembangan yang berbeda.
Untuk mendukung proses tersebut, guru Al-Qur’an secara khusus difokuskan pada pembelajaran TTQ dan mendampingi siswa dalam kelompok kecil sekitar 10 anak.
Pendekatan ini membuat keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah hafalan, tetapi juga dari kemampuan membaca Al-Qur’an, konsistensi belajar dan tumbuhnya kedekatan siswa dengan Al-Qur’an.
Pembiasaan Keagamaan Dimulai Sejak Pagi
Pembentukan karakter juga diterapkan melalui berbagai kebiasaan harian.
Baca Juga:Cara Bikin Kartu Layanan Gratis untuk Naik Transjakarta hingga LRT, Ada 15 Golongan yang Bisa PakaiHari Ketujuh Pencarian 5 Jurnalis Hilang, Tim SAR Sisir 3 Pulau Dekat Anak Krakatau
Sejak datang ke sekolah, siswa dibiasakan menerapkan budaya salam dan sapa 6S, kemudian mengikuti salat Dhuha, salat fardu berjamaah, dzikir Al-Ma’tsurat, Asmaul Husna dan tilawah bersama.
Bagi siswa kelas 1 hingga 3, sekolah juga memberikan pendampingan bacaan salat dan melakukan pemantauan perkembangan secara bertahap.
Menurut Fidoh, pembiasaan yang dilakukan secara konsisten di sekolah diharapkan dapat terbawa dalam kehidupan siswa di rumah.
