SMPIT Al Fitrah Bandung Dorong Siswa Tak Sekadar Hafal Al-Qur’an, tapi Mampu Mengabdi dan Berkarya

SMPIT Al Fitrah Dorong Siswa Tak Sekadar Hafal Al-Qur’an, tapi Mampu Mengabdi dan Berkarya
SMPIT Al Fitrah Dorong Siswa Tak Sekadar Hafal Al-Qur’an, tapi Mampu Mengabdi dan Berkarya. (sumber: ypmalfitrah.sch.id)
0 Komentar

Pengalaman Pengabdian Diolah Menjadi Karya Ilmiah

Menariknya, pengalaman pengabdian masyarakat tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

Siswa kemudian diminta mengolah pengalaman tersebut menjadi karya ilmiah secara berkelompok dengan pendampingan guru.

Karya tersebut dipresentasikan melalui uji publik yang menjadi salah satu bagian dari persyaratan kelulusan.

Orang tua juga dapat menyaksikan secara langsung proses presentasi dan hasil karya siswa.

Baca Juga:SDIT Al Fitrah Bandung Padukan Tahfiz, Literasi, dan Pembelajaran Berbasis PengalamanPeringati World Pharmacists Day 2026, IAI Sumedang Tegaskan Komitmen Bersama Lawan Penyalahgunaan Obat

Melalui program ini, siswa diperkenalkan pada proses penulisan karya ilmiah, mulai dari menyusun latar belakang, kajian atau tinjauan pustaka, mengolah data hingga menarik kesimpulan.

Bekal tersebut diharapkan membantu siswa ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan menghadapi tugas penelitian maupun penulisan karya ilmiah.

Siswa Juga Didorong Menghasilkan Karya Kreatif

Pengembangan literasi siswa juga diwujudkan melalui program antologi cerpen bagi kelas IX.

Proses penulisan dimulai sejak semester pertama kelas IX melalui pembelajaran Bahasa Indonesia.

Siswa mendapatkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan untuk menyelesaikan tulisan dengan pendampingan guru.

Karya yang terkumpul kemudian diterbitkan menjadi antologi.

Bagi siswa, karya tersebut sekaligus menjadi dokumentasi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan di SMPIT Al Fitrah.

Selain menulis, kreativitas siswa dikembangkan melalui pendekatan active learning, integrated learning, fun learning dan student center yang diterapkan dalam proses pembelajaran.

Baca Juga:BLT Dana Desa 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal, Nominal dan Cara Daftar PenerimanyaCara Bikin Kartu Layanan Gratis untuk Naik Transjakarta hingga LRT, Ada 15 Golongan yang Bisa Pakai

Berbagai kegiatan seperti muhadharah, Hari Bahasa, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab juga memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih berkomunikasi dan tampil percaya diri.

Belajar Mengolah Limbah Menjadi Produk

Pembelajaran kreatif juga diterapkan melalui kegiatan yang menghubungkan materi dengan persoalan kehidupan sehari-hari.

Dalam salah satu kegiatan, siswa mengolah minyak jelantah menjadi lilin dan memanfaatkan cangkang telur untuk membuat tatakan gelas.

Produk yang dihasilkan kemudian dipasarkan melalui kegiatan seperti market day.

Dengan model tersebut, siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga mengenal proses perencanaan, pembagian tugas, pengaturan waktu hingga pemasaran.

Kegiatan ini sekaligus mengenalkan konsep bahwa barang yang dianggap sebagai limbah dapat memiliki nilai guna apabila diolah secara kreatif.

Membentuk Siswa Saleh, Cerdas dan Kreatif

0 Komentar