Selain TTQ, siswa juga mengikuti berbagai kegiatan ibadah rutin sebagai bagian dari pembiasaan karakter Islami.
Ada pula program Bina Pribadi Islam (BPI) yang menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan siswa.
Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pembinaan dalam kelompok dengan pendekatan yang lebih intensif.
Siswa Kelas IX Belajar Mengabdi Lewat Program Pengabdian Masyarakat
Baca Juga:SDIT Al Fitrah Bandung Bentuk Generasi Soleh, Cerdas, dan Kreatif Lewat Program Tahfiz dan LiterasiPeringati World Pharmacists Day 2026, IAI Sumedang Tegaskan Komitmen Bersama Lawan Penyalahgunaan Obat
Salah satu program yang cukup khas di SMPIT Al Fitrah adalah kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan siswa kelas IX.
Program tersebut telah berjalan sekitar satu tahun dan dilaksanakan sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus pembentukan karakter.
Kegiatan biasanya dilakukan pada bulan Ramadan. Pada periode tersebut, siswa kelas IX mendapatkan kesempatan untuk terjun ke sekolah-sekolah di sekitar lingkungan Al Fitrah.
Beberapa lokasi yang pernah menjadi tempat kegiatan di antaranya SDIT Al Fitrah dan SD Rancalola, serta sekolah lain di sekitar kawasan tersebut.
Siswa kelas IX dipilih karena dianggap telah memiliki kematangan yang lebih baik dibandingkan siswa kelas VII dan VIII.
Di lokasi pengabdian, para siswa tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi mengambil peran untuk membantu mengajarkan materi kepada anak-anak.
Materi yang diberikan antara lain berkaitan dengan kegiatan keagamaan, seperti doa-doa harian dan Juz Amma.
Baca Juga:BLT Dana Desa 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal, Nominal dan Cara Daftar PenerimanyaCara Bikin Kartu Layanan Gratis untuk Naik Transjakarta hingga LRT, Ada 15 Golongan yang Bisa Pakai
Pengalaman tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk merasakan secara langsung bagaimana proses mengajar dan berinteraksi dengan peserta didik yang lebih muda.
Dari kegiatan tersebut, siswa belajar bahwa mengajar bukan pekerjaan yang sederhana.
Mereka harus mempersiapkan materi, berkomunikasi dengan anak-anak, mengatur kelompok, sekaligus bertanggung jawab terhadap kegiatan yang dijalankan.
Pengabdian Dilanjutkan dengan Karya Ilmiah
Yang menarik, pengalaman siswa selama pengabdian masyarakat tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Siswa kemudian diminta menuangkan pengalaman dan hasil kegiatan tersebut dalam bentuk karya ilmiah.
Proses penyusunan karya ilmiah dilakukan dengan pendampingan guru dan dikerjakan secara berkelompok dengan pengawasan pembimbing.
Karya tersebut kemudian dipresentasikan dalam kegiatan uji publik yang menjadi salah satu bagian dari persyaratan kelulusan.
Dalam kegiatan tersebut, orang tua juga dapat hadir untuk melihat secara langsung hasil karya dan kemampuan anak-anak mereka dalam menyampaikan hasil penelitian.
