Kemarau Panjang, Debit Air Waduk Saguling Anjlok Drastis

Kemarau Panjang, Debit Air Waduk Saguling Anjlok Drastis
Pantauan udara memperlihatkan air Waduk Saguling di Kawasan Kota Baru Parahyangan Bandung Barat menyusut hanya terlihat daratan. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Selain itu, ketinggian permukaan air waduk terus disimulasikan untuk memastikan cadangan air yang tersedia mampu mencukupi kebutuhan hingga musim kemarau berakhir.

Upaya menambah potensi hujan melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) juga telah dilakukan. Tahap awal TMC berlangsung pada 30 Juli hingga 5 Agustus 2026 dengan menggunakan pesawat TNI dan Lanud Husein sebagai pangkalan operasi.

Namun, pelaksanaan TMC tersebut belum memberikan hasil maksimal. Kondisi itu disebabkan potensi awan hujan yang terbentuk pada periode tersebut relatif sedikit.

Baca Juga:Menyeberangi Saguling Demi SekolahPLTS Saguling Jadi Andalan Kejar Target Energi Surya 100 GWp

“Potensi awan yang terjadi pada periode tersebut tidak banyak sehingga hujan yang dihasilkan juga belum optimal,” jelasnya.

Di tengah menyusutnya permukaan air, sejumlah area yang sebelumnya terendam kini berubah menjadi daratan berlumpur. Kondisi tersebut bahkan dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk menanam tanaman musiman atau palawija.

Namun, pengelola PLTA mengimbau masyarakat tidak menjadikan kawasan yang mengering maupun area sedimentasi waduk sebagai lahan pertanian.

Menurut Praja, aktivitas penanaman di kawasan tersebut berpotensi menambah persoalan sedimentasi dan pendangkalan waduk.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penanaman tanaman musiman di kawasan tersebut,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar