JABAR EKSPRES – Sebanyak 350 mahasiswa Universitas Ma’soem telah resmi dinyatakan lulus. Prosesi wisuda diselenggarakan di Gedung Serb Guna milik Yayasan Al Ma’soem Bandung, yang berlokasi di Jatinangor, Kabupaten Sumedang pada Sabtu (12/9/2026).
Rektor Universitas Ma’soem, Dadang Mohamad Ma’soem dalam sambutannya mengatakan, hari ini merupakan hari yang sangat istimewa.
“Hari ini bukan hanya tentang toga dan gelar akademik, ataupun prosesi pemindahan tali kucir,” katanya kepada Jabar Ekspres.
Baca Juga:Semangat Partisipasi Harus Menjadi Pondasi dan Mimpi Meraih PrestasiPraktik Ketenagakerjaan Produktif Perlu Diperluas, Kemnaker Dorong Budaya Kerja Inklusif
“Hari ini adalah penanda berakhirnya satu fase perjuangan sekaligus dimulainya perjalanan baru yang jauh lebih panjang,” lanjut Dadang.
Rektor menerangkan, sebanyak 350 mahasiswa yang dinyatakan lulus itu berasal dari empat fakultas, yakni Fakultas Komputer, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Pertanian.
“Atas nama pribadi, pimpinan, Senat, dan seluruh sivitas akademika Universitas Ma’soem, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan serta wisudawati Universitas Ma’soem,” terang Dadang.
“Selamat atas perjuangan saudara, selamat atas kerja keras saudara, selamat atas ketekunan Saudara,” tambahnya.
Dadang memaparkan, keinginannya terhadap para wisudawan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir dari proses belajar.
Menurutnya, wisuda justru merupakan awal dari pembelajaran yang sesungguhnya. Karena setelah ini, para lulusan akan memasuki dunia yang tidak selalu memberikan soal dengan pilihan jawaban A, B, C, atau D, tapi dunia kerja dan kehidupan akan memberikan persoalan, yang jawabannya harus ditemukan sendiri.
Dadang menambahkan, jika dunia kerja sangat berbeda dengan dunia perkuliahan, apalagi kondisi sekarang sudah berada di era transformasi digital.
Baca Juga:Jaga Pasokan hingga Panen 2027, Bulog Siapkan 1 Juta Ton Beras SPHP Pemkab Tasikmalaya Fokus Genjot Infrastruktur, Setiap Rupiah Harus Bermanfaat
“Era transformasi digital, artificial intelligence atau kecerdasan buatan, otomatisasi, ekonomi kreatif, ekonomi digital, dan perubahan dunia kerja yang sangat cepat,” paparnya.
Dijelaskan Dadang, teknologi berkembang dengan sangat cepat, jenis pekerjaan berubah, cara bekerja berubah, cara berbisnis berubah. Bahkan cara manusia memperoleh, mengolah, dan menggunakan pengetahuan juga berubah.
“Karena itu, ijazah saja tidak cukup. IPK yang tinggi saja tidak cukup. Gelar sarjana dan ahli madya saja tidak cukup. Saudara harus menjadi manusia pembelajar yang tidak pernah berhenti belajar,” jelasnya.
