JABAR EKSPRES – Infrastruktur menjadi salah satu pekerjaan rumah yang terus dikejar Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang layak, pemerintah daerah kini kembali menegaskan komitmennya untuk menggenjot pembangunan dan peningkatan infrastruktur.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, mengatakan penguatan infrastruktur menjadi salah satu fokus dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Tasikmalaya Tahun Anggaran 2026.
Menurut Asep, perubahan APBD bukan hanya persoalan menggeser atau menyesuaikan angka anggaran. Lebih dari itu, perubahan anggaran harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Baca Juga:Atasi Perdagangan yang Semrawut, Pemkab Tasikmalaya Siapkan Aturan BaruBerawal dari ML, Mahasiswi Tasikmalaya Dilaporkan Hilang Ternyata Dibawa Pria Beristri ke Lampung
“Perubahan anggaran bukan sekadar penyesuaian angka, melainkan ikhtiar untuk merespons perkembangan fiskal, kebutuhan pelayanan publik, perubahan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi, serta dinamika kebutuhan masyarakat,” ujar Asep Selasa (8/9/2026).
Ia menegaskan, infrastruktur menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian dalam perubahan APBD 2026. Pembangunan dan peningkatan jalan, jembatan hingga penerangan jalan umum (PJU) diarahkan untuk memperkuat konektivitas antardaerah.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi geografis Kabupaten Tasikmalaya yang luas dengan wilayah yang tersebar hingga pelosok. Infrastruktur jalan yang memadai bukan hanya menyangkut kenyamanan perjalanan, tetapi juga berkaitan langsung dengan pergerakan ekonomi masyarakat, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, kesehatan hingga pelayanan pemerintahan.
“Khususnya jalan, jembatan dan penerangan jalan umum dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Fokus tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan konektivitas antarwilayah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi aktivitas masyarakat,” katanya.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan langkah Pemkab Tasikmalaya yang sebelumnya telah menyiapkan program perbaikan sejumlah ruas jalan strategis. Pemerintah daerah bahkan mengumumkan rencana penanganan 32 ruas jalan yang pembiayaannya didukung melalui skema pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).
Dengan langkah tersebut, pembangunan infrastruktur tidak hanya mengandalkan kemampuan APBD reguler, tetapi juga diupayakan melalui skema pembiayaan yang memungkinkan penanganan jalan dilakukan lebih cepat dan dalam skala lebih besar.
Namun, Asep mengingatkan bahwa besarnya anggaran bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pembangunan.
Baca Juga:BPBD Tasikmalaya Sudah Distribusikan 523.000 Liter Air Bersih ke 28 Kecamatan9 Pejabat Polres Tasikmalaya Bergeser, Kabag Ops dan Kasat Lantas Diganti
Menurutnya, pemerintah harus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
“Keberhasilan Perubahan APBD tidak boleh hanya diukur dari persentase penyerapan. Ukuran yang lebih penting adalah ketepatan sasaran, pemerataan antarwilayah, kualitas keluaran, manfaat, serta dampaknya terhadap kesejahteraan,” tegasnya.
