Pesan untuk Tidak Melupakan Orang Tua
Selain mendorong semangat kewirausahaan, Rektor Universitas Ma’soem juga menyampaikan pesan khusus kepada para wisudawan agar tidak melupakan jasa orang tua.
Menurutnya, keberhasilan seorang mahasiswa meraih gelar akademik tidak terlepas dari doa, pengorbanan, kesabaran, waktu, biaya, dan perjuangan keluarga.
Dadang menyebut, hari wisuda bukan hanya menjadi momentum kebahagiaan bagi para lulusan, tetapi juga merupakan kemenangan bagi orang tua dan wali wisudawan.
Baca Juga:Semangat Partisipasi Harus Menjadi Pondasi dan Mimpi Meraih PrestasiPraktik Ketenagakerjaan Produktif Perlu Diperluas, Kemnaker Dorong Budaya Kerja Inklusif
“Di balik satu lembar ijazah seorang anak, ada ribuan doa orang tua. Di balik satu toga, ada pengorbanan. Di balik satu gelar akademik, ada air mata, kesabaran, biaya, waktu, dan perjuangan keluarga,” ucapnya.
Dadang juga berpesan, agar para wisudawan tidak menjadikan gelar akademik sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
Menurutnya, kebanggaan orang tua seharusnya juga diwujudkan melalui akhlak, kejujuran, kemandirian, serta kemampuan memberikan manfaat bagi orang lain.
“Jangan hanya membuat orang tua bangga ketika Saudara memperoleh gelar. Buatlah mereka bangga ketika Saudara memiliki akhlak. Buatlah mereka bangga ketika Saudara menjadi manusia yang jujur. Buatlah mereka bangga ketika Saudara mampu berdiri sendiri,” katanya.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak pernah menyakiti hati orang tua. Pesan tersebut dikaitkannya dengan nasihat almarhum H. Nanang Iskandar Ma’soem, salah seorang pendiri Yayasan Al Ma’soem.
“Belum mendengar dan mengetahui ada yang berhasil tetapi tidak hormat pada ibu, demikian pesan yang disampaikan almarhum H. Nanang Iskandar Ma’soem,” ungkapnya.
Menurut Dadang, pesan tersebut mengandung makna mendalam bagi para lulusan dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Baca Juga:Jaga Pasokan hingga Panen 2027, Bulog Siapkan 1 Juta Ton Beras SPHP Pemkab Tasikmalaya Fokus Genjot Infrastruktur, Setiap Rupiah Harus Bermanfaat
Ia pun mengingatkan agar para wisudawan tidak pernah merasa lebih tinggi dibandingkan orang tua, meskipun kelak memiliki jabatan, penghasilan, maupun pendidikan yang tinggi.
“Setinggi apa pun jabatan Saudara nanti, jangan merasa lebih tinggi daripada orang tua. Sebesar apa pun penghasilan Saudara nanti, jangan merasa lebih kaya daripada jasa orang tua. Setinggi apa pun pendidikan Saudara nanti, jangan pernah merasa lebih pintar daripada doa orang tua,” ujarnya.
