Jaga Pasokan hingga Panen 2027, Bulog Siapkan 1 Juta Ton Beras SPHP 

Bulog
Ilustrasi Bulog Siapkan 1 Juta Ton Beras SPHP. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Perum Bulog menyiapkan tambahan 1 juta ton beras melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga ketersediaan beras di tengah masyarakat hingga memasuki masa panen pada Maret 2027.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan tambahan tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi terhadap kebutuhan beras pada akhir 2026 hingga awal 2027. Periode tersebut dinilai penting karena bertepatan dengan Natal dan Tahun Baru, yang berpotensi mendorong kenaikan permintaan.

Menurut Rizal, kebutuhan tambahan awalnya diperkirakan sekitar 400 ribu ton untuk memenuhi kebutuhan penyaluran pada September hingga Desember 2026. Namun, pemerintah kemudian mengarahkan agar tambahan pasokan diperluas hingga mencakup kebutuhan pada Januari dan Februari 2027.

Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Fokus Genjot Infrastruktur, Setiap Rupiah Harus BermanfaatAtasi Perdagangan yang Semrawut, Pemkab Tasikmalaya Siapkan Aturan Baru

“Kebutuhan kami sebenarnya hanya untuk September, Oktober, November, Desember. Tapi arahan dari Pak Menko dan Pak Mentan, kan di bulan Januari, Februari (2027) itu kan belum ada panen. Panen nanti di bulan Maret (2027),” kata Rizal dikutip dari ANTARA, Rabu (09/09).

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Terbatas Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang melibatkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata, serta sejumlah pihak terkait.

Rizal menjelaskan tambahan 1 juta ton beras SPHP akan menjadi cadangan untuk menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang pergantian tahun sekaligus menjembatani periode sebelum panen raya pada Maret 2027.

“Nah 1 juta ton beras SPHP tambahan ini untuk mitigasi, kan mau akhir tahun. Akhir tahun kan mau Natal, tahun baru juga. Nah, sehingga kebutuhannya banyak. Kami antisipasi dengan menambah beras SPHP tersebut sesuai arahan dari Pak Menko Pangan,” kata Rizal.

Dengan skema tersebut, penyaluran beras SPHP tidak hanya berfokus pada kebutuhan akhir 2026, tetapi juga diproyeksikan berlanjut hingga awal 2027. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap tersedia selama Januari dan Februari, saat produksi dari panen baru belum masuk secara signifikan.

Bulog akan menyalurkan beras SPHP melalui berbagai jalur distribusi, termasuk Rumah Pangan Kita (RPK), SP2KP, serta saluran distribusi lain yang tersedia.

0 Komentar