Pastikan Ketersediaan Terjamin, Satgas Pengendalian Harga dan Mutu Beras Sidak Pasar Tradisional di Bandung

Sidak pasar
Dok. Satgas Pengendalian Harga dan Mutu Beras saat menggelar sidak di Pasar Kosambi Bandung. Kamis, (3/9). Foto. Sandi Nugraha.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Guna memastikan ketersediaan dan harga tetap terjamin, Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga dan Mutu Beras menggelar inspeksi mendadak atau sidak di sejumlah Pasar Tradisional seperti Sederhana dan Kosambi Kota Bandung pada Kamis (3/9).

Menurut Satgas Pengendalian Harga dan Mutu Beras Jhon Hendra, sidak tersebut sengaja dilakukan oleh pihaknya.

“Dari dua titik yang kita lihat (sidak) tadi, di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, secara umum harga beras itu masih sesuai dengan HET. Dimana harga beras medium itu di kisaran Rp13.500 per kilogram dan premium di Rp14.900 per kilogram. Kemudian beras SPHP juga sesuai ketentuan, yakni Rp12.500 per kilogram,” katanya saat ditemui di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Kamis, (3/9).

Baca Juga:DPRD Kota Cimahi Tegas Soal Pasar Selasa-Jumat Padasuka: Boleh Hidup, Tapi Jangan SemrawutDari Lembang ke Riyadh, Kopi Arabika KBB Tembus Pasar Timur Tengah

Sementara itu, untuk ketersediaan atau stok sendri, Jhon mengatakan masih dalam kondisi stabil serta mampu menopang kebutuhan khususnya bagi warga Kota Bandung.

Disinggung mengenai adanya kondisi cuaca saat ini yang terjadi, Jhon memastikan ketersediaan berasa dipastikan akan tetap terjamin.

“Dalam kaitannya dengan musim kemarau saat ini, kami dari awal tahun sudah melakukan pengadaan penyerapan gabah dan per hari ini tembus di angka 640 ribu ton. Ke depan, pada September sampai dengan November akan ada banyak lagi panen sehingga kami bisa lebih maksimal lagi dalam penyerapan. Insyaallah dengan ketersediaan stok yang ada di Jawa Barat cukup sampai tahun 2027,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat, Yuliani Alzam, mengaku pihaknya akan terus menyalurkan berasa kepada masyarakat melalui berbagai cara.

“Untuk penjualan dari kami, beras premium tetap di harga Rp14.900 dan SPHP di Rp12.500 per kilogram. Namun memang di banyak pedagang, karena mereka juga mengambilnya dari petani atau mitra lainnya, harga memang fluktuatif sehingga kami tidak bisa mengintervensi langsung. Tetapi jika stok itu bersumber dari Bulog, harga kami pastikan sesuai dengan HET yang dikeluarkan pemerintah,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi maraknya alih fungsi lahan pertanian yang membuat pasokan beras terganggu, Yuliani menuturkan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya salah satunya pembukaan sawah baru di daerah sentra produksi pangan.

0 Komentar