JABAR EKSPRES – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat terus berupaya menggenjot pendapatan daerah dari sektor pajak. Salah satunya dengan kemudahan akses pajak bagi korporat.
Inovasi itu dibentuk dalam SIGNAL Korporat. Yaitu layanan pajak yang akan memudahkan perusahaan yang memiliki jumlah kendaraan dalam skala besar.
Diketahui tidak sedikit perusahaan atau korporat memiliki armada atau kendaraan operasional dalam jumlah besar. Apalagi perusahaan yang bergerak di bidang transportasi.
Baca Juga:KDS: Pajak Daerah Dikembalikan untuk Pembangunan Kabupaten BandungSoal Penerapan Pajak Marketplace, Purbaya: Saya Undur Dulu
Bapenda kali ini akan menyasar segmen itu. Tujuannya untuk memudahkan perusahaan dalam mengurus perpajakan. Layanan tersebut merupakan bentuk pengembangan pelayanan digital untuk mempermudah pemenuhan kewajiban pajak kendaraan bermotor tahunan milik perusahaan.
“Ini untuk memudahkan wajib pajak,” kata Kepala Bapenda Jawa Barat Asep Supriatna, saat ditemui di Kantor DPRD Jabar, Kamis (3/9/2026).
Kini Bapenda juga tengah mengoptimalkan layanan tersebut. Langkahnya adalah agar jajaran Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) atau Samsat di Jawa Barat banyak koordinasi langsung dengan perusahaan sesuai wilayah kerjanya.
Petugas juga bisa melakukan pendamping kepada wajib pajak. Karena layanan itu masih terbilang baru. Apabila perusahaan mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran, pengisian data, maupun perpanjangan pajak kendaraan tahunan, wajib pajak diminta untuk segera berkomunikasi dengan Kepala Samsat di wilayah masing-masing.
“Kami bahkan meminta jajaran Samsat menugaskan petugas untuk memberikan pendampingan secara langsung apabila diperlukan,” jelasnya.
Di sisi lain, pendapatan daerah di Jawa Barat juga terus mengalir, misalnya berdasarkan data rekap pendapatan Rabu (2/9).
Pendapatan mencapai Rp37,5 miliar. Itu didapatkan dari beberapa pos pendapatan, seperti Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Rp21,1 miliar dan BBNKB Rp13,3 miliar. (Son)
