Bayi Prematur Menjemput Harapan, Perawatan Tak Berhenti Setelah Keluar dari NICU

Bayi Prematur Menjemput Harapan, Perawatan Tak Berhenti Setelah Keluar dari NICU
Bayi Prematur Menjemput Harapan, Perawatan Tak Berhenti Setelah Keluar dari NICU
0 Komentar

JABAR EKSPRES– Perkembangan ilmu kedokteran neonatal membawa harapan baru bagi bayi yang lahir sebelum waktunya. Jika sebelumnya keberhasilan penanganan bayi prematur lebih banyak diukur dari kemampuan menyelamatkan nyawa, kini perhatian dunia medis bergerak lebih jauh, yakni memastikan bayi dapat tumbuh dan berkembang secara optimal setelah melewati masa kritis.

Perspektif tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam buku “Bayi Prematur Menjemput Harapan”, karya Prof. dr. Tono Djuwantono, Sp.OG(K), M.Kes, Dr. dr. Tetty Yuniarti, Sp.A(K), M.Kes, dan dr. I.G.A. Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS, yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas.

Buku yang telah beredar sejak Juni 2026 itu tidak hanya mengulas bayi prematur dari perspektif medis, tetapi juga menghadirkan gambaran perjalanan secara utuh, mulai dari masa kehamilan, persalinan, perawatan intensif di Neonatal Intensive Care Unit (NICU), hingga fase ketika bayi kembali ke rumah bersama keluarga.

Baca Juga:Komunitas Bike to Work Deklarasikan Nyapeda Nyakola, Dorong Jalur Sepeda Aman untuk Pelajar di BandungBambu Lab Resmi Hadir di Bandung, Buka Creative Hub Offline Pertama di Jawa Barat

Para penulis ingin memperluas pemahaman bahwa perjuangan bayi prematur tidak berakhir ketika kondisi mereka dinyatakan stabil dan diperbolehkan meninggalkan NICU. Justru, setelah pulang ke rumah, perjalanan panjang untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup bayi baru dimulai.

Melalui pendekatan multidisiplin, buku tersebut menggambarkan bahwa setiap bayi prematur memiliki perjalanan yang berbeda. Perawatan bahkan dapat dimulai sejak masa kehamilan, ketika risiko kelahiran prematur mulai teridentifikasi.

Prof. dr. Tono Djuwantono, Sp.OG(K), M.Kes., sebagai Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan, memiliki peran dalam mendampingi pasangan sejak awal kehamilan, termasuk melalui layanan fertilitas dan teknologi reproduksi berbantu.

Ketika bayi akhirnya lahir prematur dan membutuhkan penanganan intensif, estafet perawatan kemudian diteruskan oleh Dr. dr. Tetty Yuniarti, Sp.A(K), M.Kes., sebagai Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi yang menangani bayi-bayi kritis di NICU.

Sementara itu, dr. I.G.A. Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS., sebagai Dokter Spesialis Anak, turut mendorong penerapan Family Integrated Care (FiCare) yang menempatkan orang tua sebagai bagian penting dalam proses perawatan bayi.

0 Komentar