JABAR EKSPRES – Peluang produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia untuk masuk ke pasar global terus terbuka. Namun, potensi tersebut perlu diikuti kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar produk dan berbagai persyaratan ekspor yang ditetapkan negara tujuan.
Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding mengatakan pemenuhan standar internasional menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipahami UMKM sebelum memasarkan produknya ke luar negeri.
Hal tersebut disampaikan Karding dalam kegiatan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM Menuju Pasar Global di Palu, Sulawesi Tengah, Senin.
Baca Juga:IHG Hotels & Resorts Resmi Menjadi Mitra Hotel Rugby World Cup Putra 2027Strategi Pemkab Tasikmalaya Putus Mata Rantai Kemiskinan
Menurut dia, Barantin akan membentuk klinik ekspor yang dapat menjadi pusat konsultasi bagi pelaku UMKM. Fasilitas tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memahami tata cara ekspor sekaligus ketentuan standar produk yang berlaku di pasar internasional.
“Insyaallah kami akan membentuk klinik ekspor sebagai pusat konsultasi supaya UMKM mengetahui cara ekspor dan standar produk berskala internasional sehingga UMKM sukses memasarkan produk ke luar negeri,” ujarnya dikutip dari ANTARA, Selasa (29/9).
Selain memberikan informasi terkait prosedur ekspor, Barantin juga akan membantu pelaku usaha memahami ketentuan karantina yang diberlakukan negara tujuan serta memberikan asistensi teknis.
Penguatan kesiapan ekspor tersebut menjadi bagian dari kerja sama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan Barantin. Kedua lembaga sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat kesiapan ekspor UMKM, terutama pada komoditas hewan, ikan, dan tanaman.
Kerja sama itu meliputi pertukaran data dan informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan ketertelusuran produk, hingga dukungan promosi dan akses pasar internasional.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan produk UMKM Indonesia memiliki peluang untuk mendapatkan pasar yang lebih luas di luar negeri. Meski demikian, peluang tersebut harus dibarengi dengan kemampuan memenuhi standar dan ketentuan ekspor di masing-masing negara tujuan.
Salah satu gambaran potensi tersebut terlihat dari komoditas durian di Sulawesi Tengah. Petani yang difasilitasi PT Duco Food Indonesia disebut telah melakukan ekspor sebanyak 918 ton durian.
Baca Juga:PINTU Perkenalkan VIP Private dan Perluas Akses Tokenized Assets melalui Kolaborasi dengan Ondo FinanceKekayaan Intelektual Jadi Aset Baru UMKM untuk Akses Pembiayaan Rp10 Triliun
Sementara itu, PT Sentra Pangan Sejahtera yang bekerja sama dengan petani lokal berhasil memperoleh keuntungan hingga Rp227 miliar dari kegiatan ekspor durian.
