JABAR EKSPRES – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengaku akan mempercepat penanganan rumah tidak layak huni (Rutilahu) di kawasan Ibu Kota, Jakarta, melalui Program Bedah Rumah.
Hal itu disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait secara tertulis, Selasa (29/9/2026). “Tahun depan kita kerjakan rumah-rumah di Jakarta yang kumuh dan tidak layak huni. Kita kerjakan lebih cepat, kerja keras buat warga Jakarta bahagia,” ujarnya.
Menteri yang akrab disapa Ara itu menyebut bahwa, percepatan Program Bedah Rumah itu dilakukan untuk membantu memberikan hunian layak bagi warga di Jakarta.
Baca Juga:Tahan BI-Rate, Ekonom Yakini Sektor Riil Tetap BerjalanMenkraf Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif Berbasis Digital Lewat Kompetisi Teknisi
Adapun dalam pelaksanaannya, kata dia, perbaikan rutilahu yang dilakukan melalui Program Bedah Rumah itu akan dilakukan lewat mekanisme Pemilihan Toko Terbuka (PTT) yang disimulasikan dalam kegiatan tersebut.
PTT sendiri merupakan konsep “Tender Rakyat” yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengadaan bahan bangunan.
Sebelumnya, pada 22 Agustus 2026 telah dilaksanakan Tender Rakyat di Kelurahan Pejagalan. Dari proses tersebut, diperoleh efisiensi sebesar Rp12.384.000 atau 7,08 persen. Nilai efisiensi tersebut akan dikembalikan kepada kelompok masyarakat penerima bantuan.
Mekanisme tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara terbuka dan transparan serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat penerima bantuan.
Dengan besarnya alokasi bantuan yang tersedia, Maruarar mendorong pemerintah daerah, termasuk para camat dan lurah, untuk mempercepat pendataan dan pengusulan calon penerima Program Bedah Rumah.
Hal ini dilakukan karena jumlah data calon penerima yang tersedia saat ini masih belum memenuhi kuota yang telah dialokasikan, sehingga diperlukan percepatan pendataan rumah masyarakat yang memenuhi kriteria bantuan.
Program Bedah Rumah ditujukan untuk membantu masyarakat yang rumahnya menjadi satu-satunya rumah yang dimiliki atau ditempati dan masih dalam kondisi tidak layak huni.
Baca Juga:SOR Kaliki Bersiap Dilanjutkan Usai Mangkrak Sejak 20214, Anggaran Disiapkan Rp72 MiliarLongsor Tengah Malam di Salawu Tasikmalaya Putus Saluran Irigasi Cibiuk, Tagana Ingatkan Zona Rawan
Ara meminta jajaran Kementerian PKP untuk terus memperkuat sosialisasi Program Bedah Rumah agar masyarakat semakin memahami persyaratan dan mekanisme bantuan.
