QRIS Berpotensi Jadi Rekam Jejak UMKM untuk Buka Akses Pembiayaan

Ilustrasi pembayaran menggunakan QRIS. (Foto: ANTARA)
Ilustrasi pembayaran menggunakan QRIS. (Foto: ANTARA)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rekam transaksi QRIS berpotensi tidak hanya menjadi catatan pembayaran digital, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber informasi bagi perbankan dalam menilai aktivitas dan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Gagasan tersebut disampaikan Anggota Komisi XI DPR RI Fathi yang mendorong Bank Indonesia (BI) mengembangkan mekanisme agar riwayat transaksi QRIS dapat menjadi salah satu bahan analisis perbankan dalam melihat kemampuan dan perkembangan usaha pelaku UMKM.

Menurut Fathi, data transaksi QRIS dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas ekonomi dan skala usaha UMKM. Informasi tersebut dinilai dapat membantu perbankan mengidentifikasi pelaku usaha yang selama ini belum terjangkau layanan perbankan, sekaligus membuka peluang akses pembiayaan yang lebih luas.

Baca Juga:Standar Ekspor Jadi Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar GlobalIHG Hotels & Resorts Resmi Menjadi Mitra Hotel Rugby World Cup Putra 2027

“Saya ingin memberikan catatan terkait dengan QRIS. Kita sangat yakin bahwa QRIS bisa membantu UMKM untuk lebih cepat tumbuh dan berkembang, khususnya dalam rangka koneksi kepada system perbankan,”ujar Fathi.

Ia mengusulkan agar BI menyusun mekanisme yang memungkinkan historical transaction QRIS digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam analisis perbankan.

Pemanfaatan rekam transaksi tersebut juga dinilai dapat memberikan insentif tambahan bagi UMKM untuk menggunakan QRIS. Selain memudahkan proses pembayaran, penggunaan QRIS berpotensi membantu pelaku usaha membangun rekam aktivitas transaksi yang dapat mendukung hubungan mereka dengan sektor perbankan.

“Sehingga UMKM ini akan lebih semangat untuk menggunakan QRIS dan perbankan mengetahui potensi daripada UMKM-UMKM yang mungkin belum tersentuh oleh fasilitas maupun pelayanan perbankan,” katanya.

Perluasan akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting bagi UMKM untuk mengembangkan kapasitas usaha dan naik kelas. Dalam konteks tersebut, data transaksi digital dapat menjadi salah satu sumber informasi yang membantu lembaga keuangan memahami aktivitas usaha secara lebih terukur.

Di sisi lain, Fathi juga mengapresiasi kinerja BI dalam menjaga stabilitas sistem moneter di tengah dinamika ekonomi global.

“Tentu kita mengapresiasi, di saat kondisi eksternal yang terjadi di dunia akhir-akhir ini, Bank Indonesia mampu untuk tetap membawa stabilitas bagi sistem moneter kita,” ujarnya.Hingga Juni 2026, BI mencatat QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant. Sebanyak 96,68 persen dari merchant tersebut merupakan UMKM.

0 Komentar