JABAR EKSPRES – Sebanyak 73 kejadian kebakaran melanda Kabupaten Bandung Barat (KBB) hanya dalam kurun waktu satu bulan.
Jumlah tersebut menjadi catatan tertinggi sepanjang Januari hingga Juli 2026. Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, total terdapat 143 kejadian kebakaran selama tujuh bulan terakhir, dengan lonjakan paling signifikan terjadi pada Juli.
Rinciannya, kebakaran tercatat sebanyak 9 kejadian pada Januari, 7 kejadian pada Februari, 17 kejadian pada Maret, 8 kejadian pada April, 9 kejadian pada Mei, 20 kejadian pada Juni, dan meningkat drastis menjadi 73 kejadian pada Juli.
Baca Juga:Sambut HUT RI di Aspol Tasikmalaya, Polisi dan Warga Adu Seru Lomba TradisionalRachmat Irianto, Wajah Manusiawi Persebaya Juara
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Siti Aminah Anshoriah mengatakan, peningkatan kasus tersebut tidak terlepas dari kondisi musim kemarau yang membuat lingkungan lebih kering dan mudah terbakar.
“Juli ini memang luar biasa peningkatannya. Dalam satu bulan kami mencatat 73 kejadian, bahkan dalam satu hari pernah sampai tujuh kejadian,” kata Siti saat dikonfirmasi, Jumat (14/8/2026).
Menurut Siti, kebakaran paling banyak terjadi di kebun dan lahan kosong. Vegetasi seperti rumput, alang-alang, ranting, dan dedaunan yang mengering menjadi bahan yang mudah terbakar ketika terkena sumber api.
“Yang paling banyak itu di kebun dan lahan kosong. Kondisinya sudah kering, sehingga ketika terkena api mudah sekali terbakar. Apalagi kalau ada angin kencang, api cepat merambat,” ujarnya.
Ia menyebut faktor kelalaian manusia masih menjadi penyebab dominan. Aktivitas pembakaran yang tidak diawasi hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan dapat menjadi sumber api, terutama ketika kondisi lingkungan sangat kering.
“Faktor manusia masih dominan. Misalnya ada pembakaran yang ditinggalkan sebelum benar-benar padam atau puntung rokok yang dibuang sembarangan. Dalam kondisi panas dan kering, hal kecil seperti itu bisa memicu kebakaran,” kata Siti.
Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Selain lahan terbuka, kawasan permukiman dan tempat pembuangan sampah juga berpotensi mengalami kebakaran akibat kondisi lingkungan yang kering.
Baca Juga:Pemkab Tasikmalaya Kebut Perbaikan Jalan, Warga Diminta Ikut Menjaga agar Tak Cepat Rusak193 Warga Tasikmalaya Terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Anggaran Capai Rp3,86 Miliar
“Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati. Jangan meninggalkan api dalam kondisi menyala dan pastikan pembakaran benar-benar padam. Karena saat kemarau, api sangat mudah membesar dan menyebar,” pungkasnya. (Wit)
