NAGREG – SMA Negeri 1 Nagreg tengah menggenjot angka lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Salah satu caranya dengan mendaftarkan seluruh siswa kelas 12 mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang tahun ini digabung dengan Asesmen Nasional (AN).
Kepala SMA Negeri 1 Nagreg Toteng Suhara, S.Pd., M.M.Pd., menjelaskan, saat ini baru sekitar 30 persen lulusan sekolahnya yang melanjutkan kuliah. Sisanya 70 persen memilih bekerja atau berwirausaha. “Sebagai SMA, target kami menaikkan angka tersebut hingga 60 persen. TKA menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong anak-anak lebih siap dan termotivasi kuliah,” ujar Toteng, Sabtu (26/9/2026).
Meski Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan TKA tidak wajib dan hanya diperuntukkan bagi yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, SMAN 1 Nagreg tetap menghimbau semua siswa ikut. “Kami khawatir jika nanti mereka berubah pikiran. Setelah diberi pengarahan, alhamdulillah semuanya bersedia. Orang tua pun menandatangani persetujuan,” kata Toteng.
Baca Juga:Puncak 10 Tahun Pizza Maker Junior, Pizza Hut Ajak Anak Belajar dari Kebun hingga Membuat PizzaUNIKOM Sambut 1.552 Mahasiswa Baru, Rayakan Dies Natalis ke-26
Untuk memperkuat dukungan, sekolah menggelar sarasehan selama dua hari. Tim kurikulum dan Bimbingan Konseling menjelaskan pentingnya TKA, sistem UKT yang fleksibel, serta program KIP bagi keluarga tidak mampu. Hasilnya menggembirakan. “Ada siswa yang tadinya tidak mau kuliah, sekarang berubah pikiran karena ibunya sudah mendukung,” tuturnya.
TKA sendiri menjadi pengganti Ujian Nasional untuk mengukur capaian akademik individu. Nilainya sangat menentukan, terutama bagi jalur undangan SNBP ke perguruan tinggi negeri. Materi wajib meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, ditambah dua mapel pilihan sesuai jurusan. Pelaksanaan digelar serentak 28 Oktober hingga 8 November 2025.
Selain mendorong jalur kuliah, sekolah tetap memfasilitasi siswa yang memilih bekerja atau berwirausaha melalui edu fair, kerja sama dengan perusahaan setempat seperti Kahatex, serta seminar ketenagakerjaan. Namun fokus utama saat ini tetap pada upaya menaikkan angka lulusan yang melanjutkan pendidikan tinggi. “TKA bukan sekadar tes. Ini kesempatan bagi anak-anak untuk mengukur kemampuan dan membuka peluang ke perguruan tinggi,” tegas Toteng. (bbs)
