Viral Ibu Muda Ngamuk di SPBU Cipatujah, Polisi Ungkap Fakta di Balik Antrean Jeriken BBM

Viral Ibu Muda Ngamuk di SPBU Cipatujah, Polisi Ungkap Fakta di Balik Antrean Jeriken BBM
Viral Ibu Muda Ngamuk di SPBU Cipatujah, Polisi Ungkap Fakta di Balik Antrean Jeriken BBM. Tangkapan layar (medsos)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Video seorang ibu muda mengamuk di sebuah SPBU di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, viral di media sosial. Ibu tersebut meluapkan kekesalannya setelah beberapa kali mengantre untuk mendapatkan BBM, namun tak kunjung kebagian.

Dalam video yang beredar, ibu tersebut mengaku sudah tiga kali mengantre di SPBU Desa Cipatujah. Ia mengaku membutuhkan BBM untuk membawa anaknya yang sedang sakit berobat ke Kota Tasikmalaya.

“Geus tilu kali antri aing ieu rek indit ka Tasik mawa budak gering. Yeuh mobil urang geus tilu kali antri panjang teu kabagean bensin. Antri panjang tadi ieu jalikeun masih antri. Aing tilu kali lain ukur sakali,” ujar ibu tersebut dalam video.

Baca Juga:Kemarau Makin Mengering, Petugas Kembali Salurkan 12.000 Liter Air Bersih ke Dua Desa di TasikmalayaBiarkan Hati Bicara Makin Bikin Penasaran, Kisah Cinta Arina dan Dua Saudara Penuh Konflik

Aksi tersebut kemudian menuai beragam respons dari warganet. Perhatian publik semakin tertuju pada kondisi di SPBU karena dalam video terlihat sejumlah jeriken dan bekas galon air mineral yang tampak digunakan untuk menampung BBM.

Kondisi itu sempat memunculkan dugaan adanya praktik penimbunan BBM di SPBU tersebut.

Namun, kepolisian memastikan narasi mengenai penimbunan BBM tersebut tidak benar.

Kapolsek Cipatujah Kompol Supian membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan, ibu muda tersebut memang sempat ikut mengantre, tetapi kemudian meninggalkan antrean.

“Dia sempat ikut antre namun kembali keluar antrean. Beberapa waktu kemudian datang lagi ke SPBU, namun sudah habis,” ujar Supian kepada detikJabar, Selasa (11/8/2026).

Setelah video tersebut viral, polisi langsung turun tangan untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik.

Polsek Cipatujah kemudian memediasi ibu tersebut dengan pihak SPBU. Hasilnya, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

“Kami sudah memediasi kedua belah pihak. Pihak SPBU dan ibu yang bersangkutan sudah saling memaafkan,” katanya.

Baca Juga:Road To Ulang Tahun ke- 25, Electronic City Buka Gerai Baru di Kiara Artha Park BandungTesavara Buka Babak Baru, Kenalkan Identitas Baru Lewat Pop Up Market di Tapal

Jeriken BBM Disebut Milik NelayanTerkait banyaknya jeriken yang terlihat dalam video, Supian memberikan penjelasan. Menurutnya, sebagian besar jeriken tersebut merupakan milik nelayan di wilayah Cipatujah.

Para nelayan terpaksa membeli BBM di SPBU umum karena hingga kini belum tersedia SPBU khusus nelayan di kawasan tersebut.

0 Komentar