Eduwisata Dikembangkan di Kebun Raya Bogor, Pengunjung Belajar soal Tumbuhan

Sejumlah pengunjung saat mengikuti kelas eduwisata di Kebun Raya Bogor. Istimewa
Sejumlah pengunjung saat mengikuti kelas eduwisata di Kebun Raya Bogor. Istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Berwisata kini tak hanya soal menikmati pemandangan atau mengunjungi berbagai destinasi. Masyarakat juga bisa mendapatkan pengalaman belajar sekaligus praktik melalui konsep eduwisata yang dikembangkan di Kebun Raya Bogor.

Melalui program tersebut, pengunjung dapat mengikuti berbagai kelas edukasi yang mengajak peserta mengenal tumbuhan dan lingkungan sekaligus mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh secara langsung.

General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, mengatakan pengembangan konsep eduwisata dilakukan melalui sejumlah kelas dengan tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:Viral Ibu Muda Ngamuk di SPBU Cipatujah, Polisi Ungkap Fakta di Balik Antrean Jeriken BBMKemarau Makin Mengering, Petugas Kembali Salurkan 12.000 Liter Air Bersih ke Dua Desa di Tasikmalaya

“Kebun Raya bukan hanya tempat untuk melihat dan menikmati koleksi tumbuhan. Di sini masyarakat juga dapat belajar dan berinteraksi langsung dengan tumbuhan melalui berbagai aktivitas. Kami ingin pengalaman tersebut dapat membangun pengetahuan sekaligus kepedulian terhadap konservasi,” kata Zaenal dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Sejumlah kelas yang tersedia di antaranya kelas kompos, propagasi tanaman buah atau mencangkok, tabulampot, kokedama, nepenthes, terrarium, platycerium, kultur jaringan, Oshibana hingga ecoprint.

Dalam kelas tersebut, pengunjung tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga diajak melakukan praktik secara langsung dengan pendampingan fasilitator.

Peserta dapat mempelajari berbagai hal, mulai dari perawatan, perbanyakan hingga pemanfaatan tumbuhan.

“Ketika seseorang terlibat langsung dalam sebuah proses, pengalaman belajarnya akan berbeda. Karena itu, kelas-kelas ini kami rancang agar peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mencoba dan menghasilkan sesuatu dari proses tersebut,” katanya.

Salah satu pengunjung, Aurora (15), memilih mengikuti kelas Oshibana. Kelas tersebut mengajarkan teknik mengolah bunga dan dedaunan yang telah dikeringkan menjadi karya kerajinan tangan.

Aurora mengaku tertarik mengikuti kelas tersebut karena memiliki ketertarikan terhadap seni visual dan bunga.

Baca Juga:Biarkan Hati Bicara Makin Bikin Penasaran, Kisah Cinta Arina dan Dua Saudara Penuh Konflik

“Saya tertarik sekali dengan kelas ini karena baru pertama kali ikut. Sebenarnya saya juga suka hal-hal seni visual dan estetika bunga, jadi excited saat ikut kelas ini,” ujar Aurora.

Hal serupa disampaikan pengunjung lainnya, Arsyad (16). Menurutnya, kelas Oshibana menjadi kegiatan positif karena dapat melatih fokus, kreativitas, sekaligus kesabaran.

“Setelah mengikuti kelas ini, saya jadi tahu cara membuat Oshibana. Selain itu, manfaat yang paling saya rasakan adalah melatih kesabaran,” tutur Arsyad.

0 Komentar