Dalam pelaksanaan distribusi air bersih, DPKP Kota Cimahi juga bekerja sama dengan Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat untuk mendukung penyediaan armada mobil tangki serta toren atau tandon air berkapasitas 2.000 liter yang akan ditempatkan di sejumlah titik terdampak atau wilayah yang membutuhkan.
“Truk tangki berikut penyediaan toren dengan kapasitas 2.000 liter akan kita tempatkan di beberapa lokasi yang membutuhkan,” katanya.
Namun demikian, distribusi air bersih tidak dilakukan secara merata ke seluruh wilayah Kota Cimahi. Hal tersebut karena sebagian kawasan telah mendapatkan pelayanan melalui jaringan perpipaan.
Baca Juga:Begini Kronologis Penyiksaan Handi di Sumedang, Korban Sempat Disekap di Sekre FKPPI Eduwisata Dikembangkan di Kebun Raya Bogor, Pengunjung Belajar soal Tumbuhan
“Tidak semua wilayah membutuhkan distribusi air. Misalnya, di Cigugur sebagian besar sudah terlayani melalui sistem perpipaan, sehingga kondisinya relatif aman,” terangnya.
Untuk penanganan jangka pendek, DPKP Cimahi telah melakukan distribusi air bersih sejak awal Juli 2026 dengan frekuensi tiga kali dalam sepekan. Hingga saat ini, total air bersih yang telah disalurkan mencapai sekitar 80.000 liter.
Distribusi tersebut diprioritaskan bagi wilayah yang belum terlayani jaringan perpipaan, seperti Cibeber, Leuwigajah, dan Utama.
“Nah, ini daerah-daerah yang memang belum kita layani melalui jaringan perpipaan seperti di Cibeber, Leuwigajah, kemudian di Utama,” beber Amy.
Upaya penanganan kekeringan tersebut akan terus dilakukan selama musim kemarau masih berlangsung. Pemerintah Kota Cimahi juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat distribusi air bersih serta pembangunan sumber-sumber air bagi masyarakat.
Selain dukungan dari berbagai pihak, DPKP Cimahi juga akan mengoptimalkan armada yang dimiliki untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Amy berharap kondisi kekeringan dapat mulai berangsur membaik seiring dengan datangnya musim penghujan yang diperkirakan mulai terjadi pada Oktober mendatang.
Baca Juga:Viral Ibu Muda Ngamuk di SPBU Cipatujah, Polisi Ungkap Fakta di Balik Antrean Jeriken BBMKemarau Makin Mengering, Petugas Kembali Salurkan 12.000 Liter Air Bersih ke Dua Desa di Tasikmalaya
“Kalau berdasarkan prediksi, puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September. Mudah-mudahan pada Oktober sudah mulai memasuki musim penghujan, sehingga air tanah kembali meningkat dan masyarakat dapat kembali memenuhi kebutuhan air bersih secara mandiri,” pungkasnya. (Mong)
