JABAR EKSPRES – Kekurangan air bersih mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya seiring musim kemarau yang terus berlangsung. Dalam dua hari, petugas menyalurkan 12.000 liter air bersih untuk membantu warga di dua desa.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adisetya mengatakan, bantuan air bersih tersebut masing-masing disalurkan sebanyak 6.000 liter ke Desa Sukapancar, Kecamatan Sukaresik, pada Sabtu (8/8/2026), dan Desa Pasirsalam, Kecamatan Mangunreja, pada Senin (10/8/2026).
“Total ada 12.000 liter air bersih yang kami distribusikan untuk membantu masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih,” kata Jembar, Senin (10/8/2026).
Baca Juga:Biarkan Hati Bicara Makin Bikin Penasaran, Kisah Cinta Arina dan Dua Saudara Penuh KonflikRoad To Ulang Tahun ke- 25, Electronic City Buka Gerai Baru di Kiara Artha Park Bandung
Di Desa Sukapancar, air bersih disalurkan kepada warga Kampung Sukapancar RT 01 dan RT 02 RW 01. Bantuan tersebut diterima 107 kepala keluarga (KK), terdiri dari 56 KK di RT 01 dan 51 KK di RT 02.
Sementara di Desa Pasirsalam, FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya bersama Polsek Singaparna mendistribusikan 6.000 liter air bersih ke tiga titik. Masing-masing di Kampung Lebakgede RT 30/RW 06, Kampung Citamiang RT 26/RW 06, dan Kampung Cikuda RT 06/RW 26.
Bantuan di Desa Pasirsalam tersebut diterima 113 KK atau sebanyak 314 jiwa.
Jembar menuturkan, distribusi air bersih dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan warga yang mulai kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, kondisi kemarau membuat akses masyarakat terhadap sumber air bersih semakin terbatas di sejumlah wilayah. Karena itu, Tagana bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan menyalurkan bantuan ketika terdapat warga yang membutuhkan.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dan respons kami terhadap masyarakat. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur lainnya untuk membantu warga yang membutuhkan air bersih,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi dengan berbagai pihak diperlukan agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan lebih cepat, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai berkurang.
Penyaluran air bersih tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga selama musim kemarau masih berlangsung. (Hendi)
