JABAR EKSPRES – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kota Cimahi. Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) menyiapkan sejumlah langkah penanganan, mulai dari distribusi air bersih menggunakan mobil tangki, penyediaan tandon atau toren komunal, hingga pembangunan dan optimalisasi sumber air melalui sumur bor.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi semakin terbatasnya pasokan air bersih selama musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober.
Kepala DPKP Kota Cimahi, Amy Pringgo, mengatakan pemerintah masih terus memetakan titik-titik wilayah yang membutuhkan penanganan, terutama kawasan yang belum sepenuhnya terlayani oleh jaringan perpipaan.
Baca Juga:Begini Kronologis Penyiksaan Handi di Sumedang, Korban Sempat Disekap di Sekre FKPPI Eduwisata Dikembangkan di Kebun Raya Bogor, Pengunjung Belajar soal Tumbuhan
Amy menjelaskan, Pemerintah Kota Cimahi juga terus melakukan koordinasi dan mengajukan permohonan dukungan kepada berbagai pihak dalam rangka penanganan keterbatasan air bersih, salah satunya melalui Program TNI Manunggal Air.
Selain itu, DPKP juga mengembangkan sistem pipanisasi dengan memanfaatkan sumber air permukaan, baik yang melintasi wilayah Kota Cimahi maupun sumber air dari kawasan di sekitar kota.
Namun, pembangunan jaringan perpipaan membutuhkan proses dan waktu. Karena itu, untuk wilayah yang belum dapat dijangkau dalam waktu dekat, pemerintah menyiapkan alternatif berupa pengeboran sumur.
Amy mengatakan, pengeboran akan diprioritaskan bagi wilayah yang dalam satu hingga dua tahun ke depan belum terindikasi dapat terlayani jaringan pipanisasi.
“Dan pengeboran ini kita kerja sama dengan TNI atau pihak lain dalam hal ini. Nah, ini dengan Program TNI Manunggal Air, kita coba suplai di sekitaran Kelurahan Cipageran dan Citeureup,” terangnya pada Jabar Ekspres, Kamis (14/8/26).
Menurut Amy, program pengeboran tersebut sudah berjalan. Hingga saat ini, pengeboran telah dilakukan di delapan titik, di antaranya berada di Kelurahan Cipageran dan Kelurahan Citeureup melalui Program TNI Manunggal Air.
Sementara itu, untuk penanganan kebutuhan air bersih secara darurat, DPKP Cimahi menyiapkan distribusi air menggunakan mobil tangki. Distribusi dilakukan secara bertahap bagi wilayah yang telah mengajukan permohonan bantuan melalui koordinasi dengan pihak kewilayahan.
Baca Juga:Viral Ibu Muda Ngamuk di SPBU Cipatujah, Polisi Ungkap Fakta di Balik Antrean Jeriken BBMKemarau Makin Mengering, Petugas Kembali Salurkan 12.000 Liter Air Bersih ke Dua Desa di Tasikmalaya
“Nah, untuk yang sudah ada permintaan, salah satunya dari Cibeber. Melalui RW-RW, di Cibeber itu sudah kita layani. Kita juga melakukan kerja sama dan memanfaatkan potensi bantuan dari luar,” jelas Amy.
