Bukan Pesta Mewah, Warga Cimahi Rayakan HUT RI ke-81 dengan Lukis Paving Blok

Warga Hujung Kulon, Cimahi, sulap paving blok menjadi kanvas warna-warni untuk menyambut HUT RI ke-81 dengan s
Warga Hujung Kulon, Cimahi, sulap paving blok menjadi kanvas warna-warni untuk menyambut HUT RI ke-81 dengan semangat gotong royong (mong)
0 Komentar

Tidak hanya itu, tokoh-tokoh kartun yang menjadi favorit anak-anak dengan nuansa kemerdekaan turut menghiasi sisi jalan. Kehadiran berbagai gambar tersebut membuat setiap orang yang melintas seolah menemukan cerita tersendiri di sepanjang lorong.

“Setiap hari kami melintas di sini, berangkat kerja, pulang beraktivitas. Kalau yang dilihat hanya batu abu-abu, ya hatipun terasa biasa saja. Tapi sekarang? Sekali melangkah, mata langsung disambut warna-warni,” paparnya.

“Rasanya semangat dan bangga menjadi bagian dari bangsa ini tumbuh lagi di hati,” ungkapnya.

Baca Juga:Rachmat Irianto, Wajah Manusiawi Persebaya JuaraPemkab Tasikmalaya Kebut Perbaikan Jalan, Warga Diminta Ikut Menjaga agar Tak Cepat Rusak

Lebih dari sekadar mempercantik lingkungan, proses pengecatan paving blok tersebut juga menjadi ruang bagi warga untuk memperkuat rasa persaudaraan.

Selama pengerjaan berlangsung, suasana gang menjadi lebih hangat. Sebagian warga menyediakan air minum bagi mereka yang sedang melukis. Ada pula yang membawa camilan sederhana, sementara warga lainnya memastikan cat tidak menetes ke tempat yang tidak semestinya.

Batas antara halaman rumah warga pun seakan menghilang. Seluruh proses dilakukan bersama-sama dengan semangat bahwa lingkungan tersebut merupakan ruang milik bersama yang harus dijaga dan dinikmati bersama.

Menurut Iim, pemilihan paving blok sebagai media lukis juga memiliki alasan tersendiri. Bentuk paving yang beraturan dinilai memudahkan warga dalam membagi pola gambar. Namun, lebih dari itu, ia ingin menunjukkan bahwa kecintaan terhadap tanah air tidak harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar dan membutuhkan biaya mahal.

“Cukup dengan apa yang ada di depan mata kita. Batu yang kita pijak setiap hari pun bisa menjadi bukti kasih kita kepada negeri, asal kita berkenan memberi sedikit warna dan waktu,” tuturnya.

Seluruh kebutuhan untuk kegiatan tersebut, mulai dari cat, kuas hingga perlengkapan pendukung lainnya, dibeli menggunakan iuran sukarela warga. Tidak ada anggaran yang berasal dari bantuan pemerintah maupun pihak lainnya.

Kondisi tersebut justru membuat warga memiliki rasa kepemilikan yang lebih kuat terhadap hasil karya mereka. Setiap lukisan yang dibuat bersama dijaga dan dihargai sehingga warga turut merasa bertanggung jawab untuk mempertahankan kebersihan dan keindahannya.

0 Komentar