Bukan Pesta Mewah, Warga Cimahi Rayakan HUT RI ke-81 dengan Lukis Paving Blok

Warga Hujung Kulon, Cimahi, sulap paving blok menjadi kanvas warna-warni untuk menyambut HUT RI ke-81 dengan s
Warga Hujung Kulon, Cimahi, sulap paving blok menjadi kanvas warna-warni untuk menyambut HUT RI ke-81 dengan semangat gotong royong (mong)
0 Komentar

“Sebenarnya kami pun tidak menyangka gagasan sederhana ini bisa terwujud secepat dan seindah ini,” ujarnya.

“Artinya, keinginan warga untuk berbuat baik dan menghormati hari kemerdekaan itu memang sudah ada di hati. Tinggal bagaimana menyatukan langkahnya,” tambahnya.

Perubahan suasana lingkungan tersebut juga mulai dirasakan oleh anak-anak. Jika sebelumnya mereka lebih sering berlari dan bermain di atas paving blok tanpa memperhatikan lingkungan sekitar, kini beberapa di antaranya justru berhenti untuk melihat gambar yang berada di bawah kaki mereka.

Baca Juga:Rachmat Irianto, Wajah Manusiawi Persebaya JuaraPemkab Tasikmalaya Kebut Perbaikan Jalan, Warga Diminta Ikut Menjaga agar Tak Cepat Rusak

Tidak jarang, anak-anak kemudian bertanya kepada orang tua mengenai gambar yang mereka lihat, ‘Itu gambar apa, Bu? Apa maknanya?’

Tanpa direncanakan sebelumnya, lorong tersebut akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai akses jalan warga, tetapi juga menjadi ruang belajar kebangsaan yang terbuka bagi anak-anak.

Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, suasana di lingkungan Hujung Kulon pun semakin terasa berbeda. Warga tidak menggelar pesta besar maupun menghadirkan hiburan mewah.

Sebaliknya, mereka menghadirkan lorong penuh warna sebagai bentuk sederhana dalam merayakan kemerdekaan sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

“Setiap kali melintas, warga seakan diingatkan kembali bahwa kemerdekaan yang dirayakan saat ini adalah buah dari perjuangan dan kebersamaan, persis seperti yang mereka tunjukkan hari ini,” ucapnya.

Iim berharap semangat yang dituangkan warga melalui lukisan di atas paving blok tersebut tidak berhenti pada momentum peringatan HUT RI ke-81.

Menurutnya, meskipun warna cat suatu saat akan memudar akibat terpapar panas matahari dan hujan, semangat gotong royong serta kecintaan terhadap tanah air diharapkan tetap bertahan.

Baca Juga:193 Warga Tasikmalaya Terima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, Anggaran Capai Rp3,86 MiliarKorban Kebakaran Sodonghilir Mulai Terima Bantuan Darurat, Delapan Rumah Rusak Berat

“Biarpun catnya lama-lama habis, tapi kalau semangatnya tetap ada, kapan saja kami siap melukisnya kembali,” ucapnya menutup. (Mong)

0 Komentar