Ketidakhadiran Wali Kota Bandung, Wakil Wali Kota Bandung, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat menunjukkan ketidakpekaan pemerintah atas keberadaan organisasi Sundawani Indonesia.
“Niat Paguyuban Sundawani ini murni peduli dan memiliki visi-misi jelas menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan lingkungan,” kata dia.
“Harusnya pemerintah sebagai pengayom itu mengerti. Tapi kenyataannya, perhatian terhadap gerakan kebudayaan dan aksi kemanusiaan kami terkesan diabaikan,” tambahnya lagi.
Baca Juga:Aktivis Bandung Barat Kawal Ketat Rotasi Mutasi Pejabat Pemda KBBDPKP Kota Bandung Digoyang Penipuan Proyek, Kadis Pilih Bungkam
Aa Iwonk juga mengkritik lambannya akses layanan dasar masyarakat, seperti pelayanan kesehatan di rumah sakit yang dinilai masih kerap menyulitkan warga. Sikap kurang responsif pejabat daerah juga dipertanyakan ketika berbagai komunikasi dan usulan program kemitraan kemasyarakatan kerap bertepuk sebelah tangan.
Aa Iwonk menyesalkan opini yang berkembang bahwa ormas kerap mendapat label stigma negatif. Padahal sejauh ini Sundawani Indonesia turut berperan dalam membantu pemerintah, khususnya dalam mengadakan aksi sosial cepat tanggap bencana untuk masyarakat.
Selain itu, organisasi juga sering menggelar berbagai kegiatan pelestarian budaya. Seluruh kegiatan tersebut bersumber dari swadaya anggota organisasi.
“Kami tidak mau bergantung atau meminta-minta alokasi anggaran dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Seluruh Anggota Harus Guyub dan Jaga Solidaritas
Iwonk juga mengingatkan kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk menjaga soliditas dan jangan saling menjatuhkan.
“Seluruh pengurus dan anggota harus mengedepankan rasa kasih sayang (rasa kanyaah) dan melakukan silaturahmi kepada berbagai pihak,” ucap Aa Iwonk.
Sementara itu, Ketua DPD Paguyuban Sundawani Kabupaten Tasikmalaya Ario Damar menyampaikan bahwa dalam memperingati hari jadi yang ke-19, Sundawani harus konsisten menjadi benteng pertahanan seni dan adat istiadat Sunda yang kian tergerus zaman.
Baca Juga:Kadin Jabar Tancap Gas Kawal Investasi PSEL Legok Nangka Garapan Sumitomo CorporationIndustri Geospasial Nasional Optimistis Sambut Proyek ILASPP USD 653 Juta
Harapannya, organisasi bisa lebih nganjer (berdiri kokoh) dan peduli dengan kesenian serta adat istiadat Sunda. Sundawani harus jadi wadah aspirasi kesundaan.
Disinggung mengenai masih adanya persepsi negatif tentang ormas, Ario menyebut bahwa dinamika di lapangan biasanya dipicu oleh perbuatan oknum. Pihaknya juga tidak segan akan memberikan sanksi sesuai dengan AD/ART apabila ditemukan oknum internal yang melakukan perbuatan merugikan.
“Yang jelas semua ormas memiliki tujuan baik. Kami berharap pemerintah bisa hadir mendukung sebagai stakeholder kebudayaan,” ungkap Ario Damar.
