Tolak Pembongkaran Tanpa Musyawarah, PKL Depan Unisba Minta Pemerintah Duduk Bersama

Spanduk bertuliskan tolak penggusuran terpasang di depan kantin deret di depan kampus Universitas Islam Bandun
Spanduk bertuliskan tolak penggusuran terpasang di depan kantin deret di depan kampus Universitas Islam Bandung (Unisba), Rabu (7/10/2026). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Isu rencana penertiban pedagang kaki lima di kawasan depan Kampus Unisba memicu reaksi. Para pedagang di kawasan itu menyatakan menolak jika pembongkaran dilakukan.

Salah satu pedagang yang menolak adalah Kosim, yang akrab disapa Mang Kos. Ia mengaku telah berjualan di kawasan tersebut sejak 1989.

Mang Kos menegaskan tidak menolak penataan. Ia hanya meminta agar pembongkaran tidak dilakukan sepihak. Menurut dia, harus ada musyawarah terlebih dahulu dan solusi yang disepakati bersama antara pemerintah, Unisba, dan para pedagang.

Baca Juga:Bandung Barat Ubah Paradigma Pengelolaan Aset, Dari Sekadar Tercatat Menjadi Bernilai ManfaatPanas Bumi Galunggung Dipromosikan untuk Gaet Investor

“Ya jelas tidak setuju. Menolak ada pembongkaran sebelum ada solusi keluarnya musyawarah antara dua belah pihak. Takut ada benturan yang tidak diinginkan,” ujar Mang Kos, Rabu (7/10/26).

Menurutnya, keberadaan PKL di depan Unisba tidak bisa begitu saja dianggap sebagai aktivitas liar. Ia menyebut, para pedagang di kawasan tersebut selama ini berada dalam pembinaan dan penataan yang berkaitan dengan Unisba.

Karena itu, Mang Kos meminta pemerintah tidak langsung melakukan pembongkaran tanpa terlebih dahulu berkomunikasi dengan pihak kampus.

“Jangan dulu lah, hentikan dulu. Masalahnya nanti dicampur pihak ketiga jadi masalah, berarti merusak nama baik PKL dan Unisba,” katanya.

Ia bahkan meminta agar persoalan PKL tidak justru membuat hubungan antara pedagang dan Unisba menjadi berhadap-hadapan.

Bagi Mang Kos, keberadaan Unisba selama ini justru memberikan ruang bagi dirinya dan pedagang lainnya untuk mencari nafkah. Ia mengaku tidak memiliki persoalan dengan pihak kampus dan malah menyampaikan terima kasih kepada Unisba maupun para alumni yang selama ini membantu keberadaan PKL.

“Pokoknya PKL jangan mau diadu dombakan dengan Unisba, PKL harus terima kasih ke Unisba,” ucapnya.

Baca Juga:AQUA DBL Dance Jadi Panggung Anak Muda Ekspresikan Wastra NusantaraKerja ke Jepang Dibuka untuk Perempuan Tasikmalaya, Kuota Hanya 10 Orang

Kekhawatiran terhadap pembongkaran muncul setelah Mang Kos mengaku mendapat informasi dari Lurah Tamansari bahwa PKL di kawasan tersebut harus membongkar lapaknya sendiri.

Namun, hingga saat ini, menurut Mang Kos, belum ada surat peringatan resmi yang diterimanya.

“Memang peringatan pemberitahuan resmi belum ada, berterus terang. Cuman Lurah datang ke saya, mengatakan bahwa PKL di sini harus membongkar sendirian,” ungkapnya.

0 Komentar