Kadin Jabar Tancap Gas Kawal Investasi PSEL Legok Nangka Garapan Sumitomo Corporation

Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat ( Kadin Jabar) menyatakan siap akan melakukan pengawalan akselerasi inves
Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat ( Kadin Jabar) menyatakan siap akan melakukan pengawalan akselerasi investasi
0 Komentar

JABAR EKSPRES — Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat ( Kadin Jabar) menyatakan siap akan melakukan pengawalan akselerasi investasi untuk pengelolaan lingkungan berbasis energi terbarukan.

Komitmen ini dibuktikan melalui peresmian pelaksanaan peletakan batu pertama (Groundbreaking) infrastruktur Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pengembangan Waste to Energy yang digelar di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka.

Ketua Kadin Jabar Almer Faiq Rusydi menyatakan, Kadin Jawa Barat menegaskan kesiapan penuh untuk menjamin kepastian hukum dan keamanan investasi skala besar di wilayah Pasundan.

Baca Juga:Industri Geospasial Nasional Optimistis Sambut Proyek ILASPP USD 653 JutaDipolisikan Usai Kritik Tata Kelola Pemerintahan KBB, BALAD Desak Copot Kepala BKPSDM

‘’Ini demi memastikan realisasi fisik proyek dapat berjalan cepat, transparan, dan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,’’ kata Almer dalam keterangannya.

Sinergi Pemerintah dan Konsorsium Global

Pelaksanaan peletakan batu pertama fasilitas Waste to Energy di TPPAS Regional Legok Nangka dihadiri secara langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Agenda ini juga turut didampingi oleh jajaran kementerian/lembaga terkait serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat.

Menurutnya, proyek infrastruktur energi bersih ini melibatkan konsorsium global dan lokal dengan badan usaha pelaksana yakni Sumitomo Corporation.

Besarnya potensi ekonomi proyek ini juga menarik kehadiran perwakilan negara sahabat mulai dari Jepang, Belanda, hingga Jerman.

Di samping itu, dukungan skema penjaminan infrastruktur nasional serta pendanaan internasional diperkuat oleh keterlibatan lembaga keuangan dunia meliputi Japan International Cooperation Agency (JICA), International Finance Corporation (IFC), Asian Development Bank (ADB), dan World Bank.

Almer menilai, kehadiran fasilitas modern tersebut dirancang tidak sekadar menyelesaikan masalah darurat lingkungan di kawasan Bandung Raya dan sekitarnya, melainkan menjadi tonggak utama masuknya investasi hijau berteknologi tinggi yang mampu memasok energi bersih secara berkelanjutan.

Baca Juga:Aliansi Masyarakat Peduli Bandung Barat Desak Pembatalan Pelantikan Pejabat Eselon III Penyaluran Anggaran Pokir Ratusan Miliar di KBB Diduga Tabrak Aturan SIPD, Aliansi Aktivis Siap Laporkan!

Peran Sentral Kadin Jabar Menjembatani Investasi

Turut hadir memenuhi undangan resmi Pemprov Jawa Barat, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, konsisten berdiri di barisan depan untuk memastikan iklim usaha di Jawa Barat tetap kondusif dan ramah bagi para penanam modal.

0 Komentar