JABAR EKSPRES – Bandung Family Connect 2026 mengajak para orang tua untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi masa depan yang berkarakter, unggul, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam pembukaan kegiatan Bandung Family Connect 2026 yang menekankan pentingnya membangun budaya pengasuhan yang terarah, tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter anak.
M. Tri Harmoko selaku Direktur Talenta Juara menyampaikan bahwa Bandung Family Connect bukan sekadar forum berbagi pengetahuan mengenai pola asuh, melainkan sebuah gerakan (movement) yang bertujuan memperkuat peran keluarga sebagai unit peradaban paling mendasar.
Baca Juga:Tiramisusu GO! Buka Gerai 24 Jam di Rest Area KM 97B, Mudahkan Wisatawan Berburu Oleh-olehUsai Tinggalkan Rumah, Ghilmi Akhirnya Pulang dan Ungkap Alasan Sebenarnya
“Kami berharap Bandung Family Connect menjadi gerakan bersama untuk membangun keluarga yang mampu menyiapkan anak menghadapi tantangan masa depan,” ungkap M. Tri Harmoko.
Menurutnya, pengasuhan di Indonesia telah berkembang cukup pesat. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana keluarga mampu menyiapkan anak agar memiliki kesiapan menghadapi perubahan zaman (future readiness), sehingga mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter.
Pada kesempatan itu juga, peserta diajak memahami kembali tujuan utama membangun keluarga. Pendidikan dipandang tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga dimulai dari rumah melalui pola asuh yang konsisten dan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak.
Materi yang disampaikan dalam Bandung Family Connect 2026 mencakup berbagai tahapan perkembangan anak, mulai dari membangun fondasi keluarga, mengenali potensi anak, hingga mempersiapkan mereka menjadi talenta global yang tetap memiliki karakter kuat.
Acara tersebut juga menghadirkan pasangan praktisi pendidikan Ismir Kamili dan Yuria Cleopatra. Keduanya berbagi pengalaman mendidik lima anak, yang disebut telah menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), New York University (NYU), Carnegie Mellon University Qatar, dan National University of Singapore (NUS).
Melalui pengalaman tersebut, lanjutnya, mereka menekankan pentingnya orang tua mengenali potensi setiap anak sejak dini agar proses pendidikan dapat diarahkan sesuai kemampuan dan minat masing-masing.
Selain itu, Bandung Family Connect 2026 menghadirkan Dede Hilman dan Novi Ariyani yang membawakan materi bertema ‘Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama, Membangun Keluarga Pembelajar’. Sesi ini membahas bagaimana keluarga dapat menjadi lingkungan belajar pertama bagi anak maupun orang tua.
