Hal senada juga disampaikan oleh Rifky Effendy kurator sekaligus host di Orbital Dago, bahwa masuknya film ini sangat menarik, dimana dimulai dari tragedi kehidupan Walter Spies dan posisinya sebagai seniman, kemudian melihat perubahan Bali dari kemajuannya, termasuk industri pariwisata dan akibatnya. Film Roots mengingatkan siapa saja yang menonton film ini, khususnya seniman untuk tergerak hatinya berbuat yang lebih baik untuk masa depan Bali maupun negeri ini.
Nyoman Nuarta maestro seniman patung Indonesia dan pemilik Nu Art Sculpture Park turut memberikan sambutan sebelum pemutaran di gedung sinema Nu Art. Menurut pematung yang maha karyanya sangat terkenal seperti GWK dan IKN, mengatakan bahwa Walter Spies sangat memberikan andil besar bagi perkembangan seni di Indonesia khususnya di Bali. Publik tidak boleh melupakan sosok Walter Spies dalam perkembangan seni di tanah air, dan bagaimana pula ia turut mempopulerkan Bali untuk dikenal dunia.
Nuarta sangat mengapresiasi film Roots yang telah di bawa ke Nu Art, sehingga ruang apresiasi seni semakin diperkaya melalui ruang dialog secara berkelanjutan, khususnya melihat perkembangan Bali dalam berbagai hal.
Baca Juga:Bikers Honda Vario Jawa Barat Rasakan Sensasi Track Day di Sirkuit MandalikaPendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Normalisasi Telkom Tumbuh Kuat di Paruh Pertama 2026
Seniman Bali Gus Dark yang dihadirkan dalam mendukung program pemutaran film dan diskusi semakin melengkapi narasi yang ingin disampaikan melalui tiga pemutaran film di Bandung. Gus Dark sendiri adalah seniman bagian dari pelaku di film Roots dan sosok yang terlibat dalam pameran seni rupa Roots yang telah di pamerkan di KBH.G Basel Swiss dan ARMA Museum Ubud Bali.
“Saya memberikan apresiasi kepada tiga venue dan publik yang telah hadir dan turut serta memberikan respon tentang isi film Roots, kami ingin membangun jejaring dengan seniman di Bandung untuk bersama-sama saling mendukung dalam membuat masa depan Bali dan negeri ini yang lebih baik,” ujar Gus Dark melalui jalur seni.
Setelah dari Bandung, pemutaran Film Roots selanjutnya akan dilanjutkan pemutarannya di tujuh tempat, yakni lima tempat di Jakarta dan dua tempat di Bogor. Untuk pemutaran di Jakarta akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Agustus 2026 di awali di Getback Parlour, kemudian dilanjutkan ke Taman Ismail Marzuki (TIM), Contemporary Art Gallery TMII, Galery Zen dan ditutup di Galeri Cemara 6-Toeti Heraty Museum. Sedangkan untuk wilayah Bogor akan diputar di Hutan Rimba dan Langgar Aksara Nusantara.
