Air Mata Maria Saeita di Lapang Parade IPDN: Perjuangan Anak Petani di Sikka NTT Berhasil Jadi ASN 

Air Mata Maria Saeita di Lapang Parade IPDN: Perjuangan Anak Petani di Sikka NTT Berhasil Jadi ASN 
Maria Saeita (tengah) bersama kedua orangtuanya di Lapang Parade IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Yanuar Baswata, Jabar Ekspres

BERANGKAT dari keluarga sederhana, Maria Saeita mampu lolos seleksi, bertahan selama empat tahun dididik di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), hingga akhirnya berhasil lulus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pamong Muda Praja Angkatan XXXIII Tahun Akademik 2025/2026, itu, berasal dari Desa Rubit, Kecamatan Hewokloang, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pelantikan tersebut langsung dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subuanto. Ribuan keluarga para praja muda itu menyaksikan momentum bersejarah.

Baca Juga:Serapan Pertanian Diperkuat untuk MBG, Bisa Sejahterakan Petani? Gantikan AKBP Wahyu Pristha Utama, AKBP Ade Papa Rihi Resmi Jabat Kapolres Tasikmalaya

Sekira pukul 8.30 WIB, di hadapan 1.204 lulusan IPDN Prabowo membacakan sumpah dan janji yang menandai pelantikan, yang kemudian diikuti oleh para praja.

Sejumlah pesan disampaikan Prabowo kepada praja muda yang baru dilantik menjadi ASN. Diminta untuk sungguh-sungguh bekerja dan peduli kepada masyarakat.

Usai pelantikan, euforia kelulusan begitu terasa, Maria terlihat menampakkan wajah yang sumringah, didampingi oleh ayah dan ibunya di tengah Lapang Parade IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

“Saya senang sekali karena saya berasal dari keluarga yang sederhana,” katanya kepada Jabar Ekspres pada Rabu (29/7/2026).

Raut wajahnya bahagia, matanya terlihat berkaca-kaca menahan tangis. Di tengah suasana senang sekaligus haru, Maria dengan bangga mengungkapkan, jika keberhasilannya ini dapat diraih berkat dukungan kedua orangtua.

“Ayah saya berprofesi sebagai seorang petani dan ibu saya adalah seorang guru PPPK dari sebuah kabupaten kecil, yaitu Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dan kebetulan saya juga merupakan anak desa,” ungkapnya sambil merangkul sang ayah bernama Floren dan ibunya bernama Santia.

Masih mengenakan pakaian dinas upacara (PDU) IPDN, Maria mengaku sangat bersyukur. Sebab meski lahir dan besar di desa kecil wilayah NTT, namun dirinya mampu mengikuti serta menyelesaikan pendidikan yang ketat di IPDN.

Baca Juga:Menkeu Minta Pencairan Anggaran Bencana Dipercepat, Demi Pulihkan Ekonomi Daerah?Panda Bonds Perluas Disversifikasi Pembiayaan RI, Benarkah?

“Saya sangat senang sekali dengan menjadi seorang Praja Muda dan sebagai seorang ASN ini saya bisa membanggakan kedua orangtua saya,” bebernya.

“Dan bisa membuktikan juga bahwa seorang anak dari desa punya kesempatan yang sama juga untuk menjadi orang-orang yang hebat,” lanjut Maria.

Sempat bercita-cita sebagai dokter, namun garis takdir yang mengantarkannya menjadi seorang ASN merupakan hal yang tidak disangka dan sangat disyukurinya.

0 Komentar