Air Mata Maria Saeita di Lapang Parade IPDN: Perjuangan Anak Petani di Sikka NTT Berhasil Jadi ASN 

Air Mata Maria Saeita di Lapang Parade IPDN: Perjuangan Anak Petani di Sikka NTT Berhasil Jadi ASN 
Maria Saeita (tengah) bersama kedua orangtuanya di Lapang Parade IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Oleh karena itu, di kesempatan ini saya ingin meminta maaf kepada ibu saya. Saya sangat bersyukur karena Mama saya ini menjadi garda terdepan buat saya. Dari semenjak saya tes, banyak sekali kesulitan, karena jujur keluarga saya berasal dari keluarga sederhana,” tambahnya.

Maria menyebutkan, meski tes seleksi IPDN gratis, namun dirinya mengaku dukungan orangtua begitu besar mulai dari biaya transportasi hingga biaya hidup selama pendidikan.

“Kedua orangtua saya selalu mengusahakan yang terbaik untuk saya saat saya mengikuti tes. Walaupun dengan keterbatasan, kedua orang tua saya tetap mengusahakan bagaimanapun caranya agar saya bisa mengikuti tes ini,” tukasnya.

Baca Juga:Serapan Pertanian Diperkuat untuk MBG, Bisa Sejahterakan Petani? Gantikan AKBP Wahyu Pristha Utama, AKBP Ade Papa Rihi Resmi Jabat Kapolres Tasikmalaya

Di tempat yang sama, ayah Maria, Florentianus Verianus memaparkan, dirinya mengerahkan segala upaya dalam perjalanan menemani dan mendukung sang buah hati hingga dilantik menjadi ASN.

“Kami orangtua berusaha bagaimana pun caranya dia harus mencapai impiannya. Jadi kami tidak mau mengecewakan anak kami. Dengan upaya apa pun, dia harus sukses dan banyak berdoa untuk anak kami,” paparnya.

“Saya sebagai orang tua, sebagai petani. Dari kami ini berusaha dengan tanaman komoditi. Itu juga hasilnya tidak menentu, karena banyak penyakit tanaman yang memang kami rasakan sendiri dan banyak kesulitan,” lanjutnya.

Sang ayah mengaku bangga, anak sulungnya tak pernah malas belajar, mampu lolos seleksi dan berhasil menyelesaikan pendidikan di IPDN.

Florentianus pun berpesan, meski sudah resmi dilantik menjadi ASN, Maria diminta untuk terus belajar dan tak pernah henti berdoa. Sebab, menurutnya dua hal tersebut merupakan kunci utama menuju kesuksesan.

“kami sebagai orang tua yang pertama anak harus belajar. Kita dengan modal apa pun, intinya kita belajar. Belajar dan berdoa itu adalah kunci utama kita. Jadi itu saja,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar