Panda Bonds Perluas Disversifikasi Pembiayaan RI, Benarkah?

Panda Bonds Perluas Disversifikasi Pembiayaan RI, Benarkah?
Menkeu Purbaya telah menerbitkan Panda Bonds senilai 7 miliar yuan pada 23 Juli 2026. Foto: ANTARA
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Keputusan pemerintah menerbitkan Panda Bonds senilai 7 miliar yuan (1 yuan = Rp2.660) beru-baru ini, diklaim dapat memperluas diversivikasi sumver pembiayaan pemerintah Indonesia. Hal itu disampaikan lead economist Bank Danamon Indonesia, Irman Faiz, kepada Xinhua pada Senin (27/7).

Menurutnya, penerbitan Panda Bonds tersebut tak hanya mampu memperluas diversifikasi sumber pembiayaan di sisi pasar, lebih dari itu, Panda Bonds juga memperluas pembiayaan di sisi pemberi modal atau investor.

Dari penerbitan perdana surat utang negara berdenominasi Yuan tersebut, kata dia, Pemerintah RI telah meraup pembiayaan baru senilai 7 miliar yuan atau sekitar 1,033 miliar dolar AS, saat ini 1 dolar AS = Rp18.019.

Baca Juga:Milangkala Tasikmalaya Diserbu Warga, Ratusan UMKM Raup Berkah di Tengah Pesta RakyatFK Tagana Kembali Salurkan 12.000 Liter Air Bersih ke Dua Desa di Bojonggambir

Hal ini diyakini mampu membuktikan bahwa pasar keuangan China terhadap pembiayaan internasional memiliki daya tarik yang kuat. Itu juga diungkapkan melalui pernyataan di akun media sosial Bank of China, sebagai lead underwriter dan lead bookrunner.

Selain itu, Irman juga menuturkan keputusan pemerintah menerbitkan Panda Bonds pada 23 Juli lalu, merupakan langkah strategis sebab meningkatkan tingkat keberagaman sumber pembiayaan Indonesia.

Mengingat volatilitas luar negeri, akses ke pasar obligasi domestik China dinilai memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola kebutuhan pembiayaan.

“Dari sisi kerja sama, Panda Bonds memperdalam integrasi pasar keuangan Indonesia dan China dengan memperluas basis investor, meningkatkan akses ke likuiditas renminbi, serta mendukung penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral,” ujar Irman dikutip Selasa (28/7/2026).

Irman menambahkan keberhasilan penerbitan perdana ini dapat menjadi modal awal bagi Indonesia untuk membangun kehadiran di pasar obligasi China Daratan. Namun, dia menyarankan agar frekuensi penerbitan obligasi valas pemerintah tetap didasarkan pada kebutuhan pembiayaan dan efisiensi biaya, bukan semata-mata karena tingginya permintaan investor.

Panda Bonds yang diterbitkan pada pekan lalu terdiri atas dua tenor, yakni tenor tiga tahun dengan nominal penerbitan 5,6 miliar yuan China, dan tenor lima tahun sebesar 1,4 miliar yuan China.

Kedua obligasi itu dirilis dengan kupon masing-masing 1,9 persen untuk tenor tiga tahun, dan 2,19 persen untuk tenor lima tahun. Panda Bonds yang diterbitkan dalam transaksi ini juga telah memperoleh peringkat AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd.

0 Komentar