Air Mata Maria Saeita di Lapang Parade IPDN: Perjuangan Anak Petani di Sikka NTT Berhasil Jadi ASN 

Air Mata Maria Saeita di Lapang Parade IPDN: Perjuangan Anak Petani di Sikka NTT Berhasil Jadi ASN 
Maria Saeita (tengah) bersama kedua orangtuanya di Lapang Parade IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. (Yanuar Baswata/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Maria mengaku, setelah mendapat pendidikan selama empat tahun di IPDN, dirinya siap menjadi seorang pengabdi negara.

Penyelenggaraan upacara pun menurutnya menjadi momen bersejarah dalam hidup, sebab selain bangga karena berhasil lulus di IPDN, pelantikan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo menimbulkan kebanggaan bagi dirinya.

“Jujur, sangat terharu dan rasanya luar biasa. Tidak menyangka juga Bapak Presiden yang akan datang langsung melantik Angkatan 33, yaitu angkatan saya,” ucapnya.

Baca Juga:Serapan Pertanian Diperkuat untuk MBG, Bisa Sejahterakan Petani? Gantikan AKBP Wahyu Pristha Utama, AKBP Ade Papa Rihi Resmi Jabat Kapolres Tasikmalaya

Pantauan Jabar Ekspres, Lapang Parade IPDN masih dipadati ribuan praja muda bersama keluarganya. Mereka berswa foto menggunakan gawai hingga kamera profesional.

Tak sedikit tangis haru tampak di wajah praja muda. Raut bahagia terpancar di bawah terik matahari, menambah hangat momen pelantikan di Lapang Parade IPDN Kampus Jatinangor.

Maria menuturkan, selama dirinya dididik empat tahun di IPDN, hal yang paling tak terlupakan itu ketika dirinya berada di tingkat satu. Kebiasaan di rumah masih terbawa dan perlu beradaptasi.

“Di sini saya harus benar-benar mengikuti aturan yang sangat ketat. Kehidupan dan siklus saya diatur oleh peraturan lembaga, sehingga saya harus menyesuaikan diri dan mengikuti berbagai peraturan di IPDN ini,” tuturnya.

“Tantangannya mungkin dari mental saya yang di rumah masih sering manja. Di sini saya harus benar-benar siap untuk mengikuti pendidikan, di mana di sini ada tiga pendidikan, yaitu pendidikan pelatihan, perkuliahan, dan juga pengasuhan. Ketiga pendidikan ini saya harus bisa menyesuaikan diri dengan baik,” lanjut Maria.

Setelah resmi dilantik menjadi ASN, dia menegaskan, akan mengikuti apa saja yang diberikan oleh negara, karena saya siap ditempatkan di mana saja.

“Saya tidak akan menikah dulu, saya mau bekerja dulu, mau membahagiakan kedua orangtua saya,” ujar Maria yang kemudian memeluk kedua orangtua yang berdiri di samping kanan dan kirinya.

Baca Juga:Menkeu Minta Pencairan Anggaran Bencana Dipercepat, Demi Pulihkan Ekonomi Daerah?Panda Bonds Perluas Disversifikasi Pembiayaan RI, Benarkah?

Dalam penyampaiannya, sambil matanya berkaca-kaca Maria memberikan pesan kepada kedua orangtuanya. Sebagai anak sulung dari lima bersaudara, dirinya meminta maaf karena kerap keras kepala.

“Yang dulunya saya sangat keras kepala, karena saya juga seorang anak pertama dan seorang perempuan juga dari lima bersaudara, di mana ada empat orang adik laki-laki saya. Sehingga saya harus menjadi garda terdepan untuk adik-adik saya, sehingga sering kali saya keras kepala,” jelas Maria.

0 Komentar