Penabur Cirebon Hadapi GPS Bandung di Final DBL West Java-East 2026

Penabur Cirebon Hadapi GPS Bandung di Final DBL West Java-East 2026
Penabur Cirebon Hadapi GPS Bandung di Final DBL West Java-East 2026
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Final sektor putri Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East mempertemukan dua tim yang sudah tidak asing satu sama lain. Penabur Cirebon (SMA BPK Penabur Cirebon) akan kembali berhadapan dengan Global Prestasi School (GPS) Bandung dalam laga puncak yang digelar di Bandung Arena, Rabu (23/9).

Pertandingan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi GPS Bandung untuk memutus catatan pertemuan mereka dengan Penabur Cirebon. Kedua tim tercatat telah bertemu tiga kali dalam beberapa musim terakhir, dan seluruh pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Penabur Cirebon.

Pertemuan pertama terjadi pada musim 2024 ketika GPS Bandung untuk pertama kalinya tampil di DBL West Java-East. Saat itu, Penabur Cirebon menang cukup telak dengan skor 71-43.

Baca Juga:Final DBL West Java-East 2026: Empat Tim, Dua Misi Revans di Bandung ArenaMisi Revans GPS Bandung, Tantang Penabur Cirebon di Final DBL West Java-East 2026

Setahun kemudian, kedua tim kembali bertemu di final regional. Pertandingan berlangsung jauh lebih ketat. Penabur Cirebon hanya mampu menang tipis 59-57 setelah GPS Bandung sempat unggul hingga akhir kuarter kedua.

Kedua tim kembali bertemu di final wilayah dan Penabur Cirebon lagi-lagi keluar sebagai pemenang. Kali ini, mereka mengakhiri pertandingan dengan skor 64-57.

Catatan tersebut membuat GPS Bandung belum pernah mengalahkan Penabur Cirebon dalam tiga pertemuan. Final tahun ini pun menjadi peluang bagi GPS untuk mengakhiri catatan tersebut sekaligus meneruskan perjuangan para pemain dari musim sebelumnya.

Di sisi lain, perjalanan Penabur Cirebon menuju final musim ini tidak semulus musim-musim sebelumnya. Sang juara bertahan bahkan sempat mengalami kesulitan pada babak Fantastic Four.

Jika dibandingkan dengan penampilan mereka pada musim sebelumnya, margin kemenangan Penabur Cirebon tahun ini cenderung lebih tipis. Sejak 2021, mereka dikenal mampu mengamankan kemenangan dua digit pada babak Fantastic Four. Namun, musim ini mereka hanya menang dengan selisih enam poin di semifinal dan sempat berada dalam posisi tertinggal.

Perubahan komposisi tim menjadi salah satu faktor yang membedakan Penabur Cirebon musim ini. Dari skuad juara musim lalu, hanya enam pemain yang kembali memperkuat tim pada DBL West Java-East tahun ini.

Inez Angelina Welly dan Racquell Fulgencia menjadi dua pemain yang memegang peran penting dalam permainan Penabur. Inez menjadi salah satu tumpuan utama dalam mencetak angka, sementara Racquell berperan dalam mengatur distribusi bola dan dapat menjadi alternatif serangan ketika Inez mendapatkan penjagaan ketat.

0 Komentar