Keluarga Korban Desak Polisi Tangkap Terduga Penculik MN

MN (23) saat tiba di kediamannya pada Selasa (21/7). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
MN (23) saat tiba di kediamannya pada Selasa (21/7). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Keluarga MN (23), korban dugaan penculikan asal Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mendesak kepolisian segera menangkap MRSA (23).

Desakan itu disampaikan agar terduga pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum serta tidak menimbulkan korban lain di kemudian hari.

Diketahui, lebih dari sepekan MN diduga menjadi korban penculikan setelah dibawa paksa oleh MRSA hingga ke Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan. Korban akhirnya dipulangkan ke Bandung pada Selasa (21/7/2026).

Baca Juga:SPP Sekolah Negeri Hanya Fatamorgana, Jabar Mampu Gratiskan Hingga Swasta!Kekeringan Kian Meluas, Dari Perkampungan hingga Kawasan Perkotaan Tasikmalaya Mulai Krisis Air Bersih

“Harapan keluarga kami, kalau pelaku bisa ditangkap mohon ditangkap,” kata adik korban, Silma Azizah (19), Jumat (24/7/2026).

Silma mengatakan, keluarga khawatir akan muncul korban lain apabila terduga pelaku tidak segera diamankan. Selain itu, mereka berharap proses hukum tetap berjalan karena peristiwa tersebut telah meninggalkan trauma bagi kakaknya.

“Ditangkap supaya tidak ada lagi kejadian seperti ini menimpa orang lain,” ujarnya.

Aksi dugaan penculikan terhadap MN terjadi pada Minggu (12/7/2026) siang. Saat itu, korban keluar rumah untuk membeli minuman ditemani adik kecilnya berinisial RM.

Di tengah perjalanan, korban didatangi MRSA yang kemudian diduga memaksa MN dan RM naik sepeda motor sebelum membawa keduanya ke Kota Bandung.

Sesampainya di Kota Bandung, MRSA memesan ojek online untuk mengantarkan RM kembali ke Cililin. Dari situlah pihak keluarga mengetahui korban diduga telah dibawa pergi.

Berdasarkan keterangan kepolisian, MRSA kemudian membawa MN ke Baturaja, Kabupaten OKU, Sumatra Selatan.

Baca Juga:Golkar Cianjur Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Wahyu-Ramzi16.869 Jiwa di Tasikmalaya Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi 100 Ribu Liter Air

Sekitar sembilan hari kemudian, korban dipulangkan ke Bandung menggunakan bus. Terduga pelaku datang bersama ibunya, namun keduanya turun sebelum bus tiba di terminal.

“Jadi tadi sampai terminal itu sekitar jam 2 siang, cuma terduga dan ibunya ini turun sebelum terminal, lalu pergi,” kata Kanit Reskrim Polsek Cililin Ipda Fakhmi Zainal beberapa waktu lalu (Wit)

0 Komentar