JABAR EKSPRES – Lingkungan SD Negeri Sunan Giri, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tak luput dari dampak polusi debu pengolahan kapur tohor.
Meski proses belajar mengajar tetap berlangsung normal, debu halus masih kerap masuk ke area sekolah dan menempel di ruang kelas hingga berbagai fasilitas penunjang pembelajaran.
Lokasi sekolah yang berjarak kurang dari 200 meter dari kawasan pengolahan kapur membuat paparan debu sulit dihindari. Bahkan, gerbang sekolah berada tepat berseberangan dengan bagian belakang area perusahaan sehingga debu kerap terbawa angin ke lingkungan sekolah.
Baca Juga:SPP Sekolah Negeri Hanya Fatamorgana, Jabar Mampu Gratiskan Hingga Swasta!Kekeringan Kian Meluas, Dari Perkampungan hingga Kawasan Perkotaan Tasikmalaya Mulai Krisis Air Bersih
Guru Kelas VI SD Negeri Sunan Giri, Inas Weis Suwardi, mengatakan keberadaan debu di lingkungan sekolah masih menjadi kondisi yang sering dijumpai. Debu tidak hanya terlihat di halaman sekolah, tetapi juga masuk ke ruang-ruang kelas.
“Kalau debu memang masih sering ada. Bukan hanya di halaman sekolah, tetapi juga masuk ke ruang kelas. Meja belajar, kaca jendela, sampai peralatan guru seperti printer juga sering berdebu,” ujar Inas saat dikonfirmasi, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, aktivitas belajar mengajar berlangsung seperti biasa. Para siswa tetap mengikuti kegiatan di dalam kelas maupun bermain di halaman sekolah tanpa menunjukkan adanya gangguan yang berarti.
Inas mengatakan hingga kini polusi debu belum mengganggu jalannya proses pembelajaran. Seluruh kegiatan pendidikan tetap dilaksanakan sesuai jadwal meskipun sekolah berada di kawasan yang terdampak.
“Sebagai sekolah kami tetap menjalankan proses belajar mengajar seperti biasa. Alhamdulillah sampai sekarang kegiatan pembelajaran masih berjalan lancar dan tidak ada kendala yang menghambat,” katanya.
Untuk memastikan kondisi kesehatan peserta didik tetap terpantau, pihak sekolah secara rutin berkoordinasi dengan Puskesmas Tagogapu. Pemeriksaan kesehatan berkala dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kesehatan akibat paparan debu.
Menurut Inas, hingga saat ini belum ada laporan resmi maupun hasil pemeriksaan yang menunjukkan adanya siswa yang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kondisi lingkungan di sekitar sekolah.
Baca Juga:Golkar Cianjur Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Wahyu-Ramzi16.869 Jiwa di Tasikmalaya Mulai Kesulitan Air Bersih, BPBD Siapkan Distribusi 100 Ribu Liter Air
“Kami terus bekerja sama dengan Puskesmas Tagogapu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sampai saat ini belum ada laporan ataupun temuan siswa yang mengalami ISPA karena paparan debu,” ungkapnya.
