Isu C1 Adhitia untuk Pilkada 2030 Dinilai Prematur, Pengamat Unjani Ingatkan Ini

Isu C1 Adhitia untuk Pilkada 2030 Dinilai Prematur, Pengamat Unjani Ingatkan Ini
Isu C1 Adhitia untuk Pilkada 2030 Dinilai Prematur, Pengamat Unjani Ingatkan Ini
0 Komentar

Lebih lanjut, Arlan menekankan bahwa penilaian masyarakat terhadap para pemimpin daerah akan lebih banyak ditentukan oleh capaian kerja selama memimpin dibandingkan narasi politik yang masih terlalu jauh waktunya.

Ia juga menyoroti respons “kenapa tidak” yang sempat disampaikan terkait peluang pencalonan tersebut. Menurutnya, pernyataan seperti itu sebaiknya diganti dengan narasi yang menegaskan komitmen menyelesaikan program pemerintahan terlebih dahulu agar tidak memunculkan spekulasi politik yang berkepanjangan.

Meski demikian, Arlan mengakui dinamika politik di antara partai-partai koalisi merupakan hal yang lumrah dalam sistem demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kompetisi politik tetap dijalankan secara proporsional dan tidak mengganggu stabilitas pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:Golkar Cianjur Komitmen Kawal Pelaksanaan Tatib dan Tata Beracara Baru DPRDKasus Kekerasan Anak di Tasikmalaya Masih Tinggi, Mayoritas Pelaku Orang Terdekat Korban

“Solusi yang paling mendesak, kedua pimpinan daerah duduk bersama untuk menyamakan persepsi, sementara partai politik diminta menahan diri agar tidak memanaskan suasana sebelum waktunya,” pungkasnya. (Mong)

Laman:

1 2
0 Komentar