BANDUNG – Bicara bukan sekadar mengeluarkan kata. Sesuatu yang bagus akan lebih bernilai jika disajikan dengan cara yang menarik. Pesan itu disampaikan Yusuf Chandra sebagai pemateri utama dalam Public Speaking Training bertema “Berbicara Semakin Bermakna” di DAKKEN Restoran, Jalan Riau, Kota Bandung, Senin (5/10/2026).
Komunitas Peduli Kota Bandung menggelar pelatihan ini secara gratis. Warga bisa langsung belajar dari praktisi tanpa hambatan biaya.
Yusuf Chandra, dosen Pascasarjana ITB yang juga bagian dari Tim DPD Indonesian Public Speaking Association (IPSA) Jawa Barat, langsung menancapkan poin penting di awal sesi. Ia menekankan kunci sukses public speaking melalui formula 3P: persiapan, praktik, dan pentas. Tanpa persiapan matang, pembicara mudah goyah.
Baca Juga:Pangdam III/Siliwangi Resmikan Area Latihan Keselamatan Berkendara, Tekankan Disiplin dan ProfesionalismePangdam Siliwangi Minta Satgas Citarum Harum Solid
“Praktik yang terus-menerus dilakukan akan membangun kepercayaan diri. Sedangkan pentas menjadi ajang pembuktian di hadapan public,” ujar Yusuf.
Teknik berbicara di depan umum juga dipaparkan secara rinci. Menurut Yusuf, seorang pembicara harus percaya diri, mampu mengatur suara, memperhatikan gestur tubuh, dan tetap komunikatif. “Agar percaya diri, kuasai materi, biasakan diri, dan wajar saja kalau ketemu bahan baru jadi gugup. Itu manusiawi,” ujarnya.
Peserta tampak serius mengikuti setiap penjelasan. Ada yang masih pemula, ada pula yang sudah sering tampil namun ingin mempertajam kemampuan. Yusuf tidak sekadar memberi ceramah. Ia interaktif, memberikan contoh konkret, dan mendorong peserta untuk langsung mencoba.
Yusuf terus menekankan bahwa public speaking bukan milik segelintir orang. Siapa pun bisa menguasainya asal mau melalui 3P: persiapan yang serius, praktik yang konsisten, dan keberanian naik ke pentas. Suasana santai membuat peserta lebih rileks. Tidak ada kesan formal yang menekan. Yang muncul justru semangat belajar bersama.
Menutup sesi, Yusuf mengingatkan kembali inti pesan yang ingin disampaikan. Ketika ide disampaikan dengan percaya diri, suara terkendali, gestur tepat, dan sikap komunikatif, nilai pesan itu akan naik berkali-lipat.
Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Kota Bandung, Dedi, menjelaskan alasan di balik digelarnya pelatihan ini. “Kami menyelenggarakan workshop public speaking karena ingin membangun kepercayaan diri dalam meningkatkan komunikasi. Bukan saja di depan umum, tapi juga di dalam keluarga dan lingkungan pergaulan,” katanya.
