Impor Susu Masih 80 Persen, Mentan Buka Peluang Besar bagi Investor Peternakan Sapi Perah

Impor Susu Masih 80 Persen, Mentan Buka Peluang Besar bagi Investor Peternakan Sapi Perah
Ilustrasi impor susu di Indonesia masih 80 persen. (Dok.Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah membuka peluang investasi yang luas di sektor peternakan sapi perah sebagai langkah mempercepat swasembada susu nasional.

Tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor susu dinilai menjadi potensi besar bagi investor yang ingin mengembangkan industri persusuan di dalam negeri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan saat ini sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi melalui impor, dengan volume mencapai 3,6 hingga 3,8 juta ton setiap tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar susu domestik masih sangat terbuka untuk digarap pelaku usaha.

Baca Juga:Bapanas Ajak Pemda untuk Jaga Harga Pangan Tetap StabilDampak Kemarau di Tasikmalaya Meluas, 26 Kecamatan dan Lebih dari 2.100 Hektare Sawah Alami Kekeringan

Ia menegaskan pemerintah siap memberikan dukungan penuh kepada investor, termasuk mempercepat proses perizinan agar investasi dapat segera direalisasikan.

“Kalau butuh legalitas dari Kementerian Pertanian, staf kami yang mengantarkan. Cukup kirim lewat WhatsApp, Insyaallah kami percepat. Jangan sampai investasi dipersulit,” kata Amran.

Menurut Amran, Indonesia membutuhkan sekitar 20 peternakan sapi perah modern berskala besar agar mampu memenuhi kebutuhan susu nasional dari produksi dalam negeri. Karena itu, pemerintah mengajak investor, baik lokal maupun asing, untuk berinvestasi di sektor tersebut.

“Kami meminta pengusaha-pengusaha lokal maupun dari luar negeri untuk investasi di Indonesia karena pasarnya jelas. Kita butuh perusahaan seperti ini sekitar 20 kalau mau swasembada,” kata Mentan.

Amran menilai pembangunan peternakan sapi perah modern di Brebes dapat menjadi contoh investasi yang mampu memperkuat produksi susu nasional.

Fasilitas tersebut ditargetkan menghasilkan sekitar 180 ribu ton susu segar per tahun, atau setara hampir 20 persen dari total produksi susu nasional saat ini.

Menurutnya, semakin banyak proyek serupa yang dibangun, semakin cepat Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap impor susu sekaligus meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Baca Juga:Longsor Terjang Kampung Naga Tasikmalaya, 2,5 Hektare Sawah TertimbunIndonesia Kian Dilirik Kreator Dunia, Kolaborasi Internasional Dinilai Perkuat Industri Kreatif

Selain menarik investasi, pemerintah juga menekankan pentingnya pemberdayaan peternak rakyat sebagai bagian dari ekosistem industri susu.

Saat ini Indonesia memiliki sekitar 50 ribu peternak sapi perah, sementara untuk mencapai swasembada diperkirakan dibutuhkan sedikitnya 100 ribu peternak yang produktif.

Amran menilai kolaborasi antara pemerintah, investor, BUMN, dan peternak menjadi kunci dalam memperkuat industri persusuan nasional.

“Yang terpenting kita harus berkolaborasi. Pemerintah, pengusaha, BUMN, investor asing maupun lokal harus bergerak bersama. Kalau peternaknya kita bina, saya yakin swasembada susu bisa kita capai,” ungkap Amran.

0 Komentar