Belasan Siswa SDN Garuda Diduga Keracunan MBG

SDN Garuda di Jalan Raya Cisarua-Lembang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kamis (1/10). Dok
SDN Garuda di Jalan Raya Cisarua-Lembang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kamis (1/10). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebanyak 18 siswa SDN Garuda, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengalami keluhan kesehatan dalam dua hari berturut-turut setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Makanan yang dikonsumsi para siswa tersebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jambudipa 1 yang melayani SDN Garuda.

Kepala SDN Garuda, Apud Sukirman, membenarkan adanya siswa yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Baca Juga:inDrive Edukasi Keselamatan Berkendara bagi Mahasiswa Baru di BandungKeandalan Listrik Dinilai Jadi Penopang Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

“Hari Selasa ada 10 siswa yang terdampak, kemudian Rabu bertambah delapan siswa. Jadi total ada 18 siswa yang mengalami keluhan kesehatan,” kata Apud saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).

Menurut Apud, keluhan pertama dilaporkan pada Selasa (29/9/2026). Saat itu, sebanyak 10 siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Sehari berikutnya, Rabu (30/9/2026), delapan siswa lainnya mengalami keluhan serupa. Pihak sekolah kemudian langsung membawa para siswa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.

“Sebagai penerima manfaat, ini tanggung jawab kita. Tanpa menunggu konfirmasi dari pihak SPPG, kami langsung membawa siswa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Dari 18 siswa tersebut, satu siswa sempat mengalami sesak napas sehingga harus mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.

“Ada satu siswa yang mengalami sesak napas sehingga langsung kami bawa ke IGD RSUD Lembang. Saat kejadian kami belum koordinasi dengan dapur karena yang utama adalah keselamatan anak,” katanya.

Apud mengatakan kondisi seluruh siswa kini berangsur membaik. Siswa yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit juga telah diperbolehkan pulang dan menjalani masa pemulihan.

Baca Juga:Pasar Induk Padakembang Masuk Radar Investor, Proposal Tasikmalaya Raih Nilai Tertinggi WJIC 2026Puan: Siang Ini, Suyudi Ario Seto akan Dilantik Jadi Kapolri 

“Alhamdulillah tidak sampai satu hari, 18 siswa termasuk yang satu dirawat di rumah sakit sudah bisa pulang dan tahap pemulihan. Sekitar 50 persen sudah bisa kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Sementara itu, aktivitas belajar mengajar di SDN Garuda tetap berlangsung pada Kamis (1/10/2026). Namun, para siswa dipulangkan lebih awal sekitar pukul 10.00 WIB.

Pihak sekolah juga memfasilitasi pertemuan antara wali murid siswa terdampak dengan pengelola SPPG Jambudipa 1. Pertemuan tersebut turut disaksikan oleh pihak Polsek Cisarua.

Pertemuan digelar untuk meminta penjelasan dari pengelola SPPG sekaligus membahas langkah penanganan dan pertanggungjawaban terhadap siswa serta orang tua yang terdampak.

0 Komentar