Sepanjang September, BMKG Catat 51 Ribu Lebih Sambaran Petir di Jabar

Bawaslu dan KPU Cimahi dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemuktahiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (Doc.
Bawaslu dan KPU Cimahi dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Pemuktahiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (Doc. Bawaslu Cimahi)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Bandung mencatat sebanyak 51.498 kejadian sambaran petir di wilayah Jawa Barat (Jabar) dan sekitarnya sepanjang September 2026.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BMKG Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, melalui keterangannya, Kamis (1/10/2026).

“BMKG Stasiun Geofisika Bandung mencatat 51.498 kejadian petir di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama periode bulan September 2026,” katanya.

Baca Juga:Kerja ke Jepang Dibuka untuk Perempuan Tasikmalaya, Kuota Hanya 10 OrangWater Cannon Polres Tasikmalaya Tak Lagi Hadapi Massa, Kini Datangi Emak-Emak yang Perlu Air Bersih

Berdasarkan catatan tersebut, Suaidi mengatakan aktivitas sambaran petir paling tinggi terjadi pada minggu keempat atau akhir September 2026. Pada periode tersebut, tercatat sebanyak 35.006 kejadian sambaran petir.

“Aktivitas sambaran petir sepanjang periode tersebut menunjukkan pada minggu ke-4 bulan September 2026 merupakan aktivitas tertinggi petir, sebanyak 35.006 kejadian,” ujarnya.

Sementara itu, aktivitas sambaran petir paling rendah terjadi pada pekan pertama September 2026. Suaidi menyebut pada periode tersebut hanya tercatat lima kejadian sambaran petir.

Adapun wilayah yang paling banyak dilanda sambaran petir berada di Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Cianjur.

“Berdasarkan data kejadian petir yang diperoleh, wilayah dengan jumlah petir tertinggi adalah Kabupaten Tasikmalaya,” ungkapnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Suaidi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tuturnya.(San)

0 Komentar