Halte BisKita Bogor Dipenuhi Coretan hingga Kerusakan, Warga Akui Kesadaran Masyarakat Masih Rendah

Halte BisKita Bogor Dipenuhi Coretan hingga Kerusakan, Warga Akui Kesadaran Masyarakat Masih Rendah
Ilustrasi halte BisKita Trans Pakuan di Kota Bogor. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Halte BisKita Trans Pakuan di Kota Bogor masih menjadi sasaran aksi vandalisme dan perusakan fasilitas. Akibatnya, sejumlah fasilitas halte mengalami kerusakan, mulai dari bagian dinding dan papan rute dipenuhi coretan, serta lampu, kursi, dan beberapa bagian halte lainnya rusak hingga hilang.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Rudy Partawijaya, mengatakan sebagian besar kerusakan halte yang ditemukan merupakan akibat ulah oknum yang melakukan vandalisme.

“Kebanyakan sih vandalisme. Corat-coret, kebanyakan itu,” kata Rudy, Senin (20/7/2026).

Tak hanya dicoret, Rudy mengungkapkan sejumlah fasilitas halte juga kerap hilang meski sebelumnya telah diperbaiki oleh petugas.

Baca Juga:Warga Bogor Dukung Rencana Pemasangan CCTV di Halte BisKita: Tapi Perawatan Rutinnya Jangan Sampai Abai Dishub Kota Bogor Klarifikasi Data, Sebut 29 Halte BisKita Sudah Lakukan Perawatan dari Total 79 

Ia menyebut halte BisKita merupakan aset publik yang dibangun untuk menunjang mobilitas masyarakat. Karena itu, masyarakat pun diimbau untuk ikut menjaga fasilitas tersebut agar tetap layak, aman, dan nyaman digunakan.

“Kadang kala sudah kami perbaiki, lampunya hilang. Makanya imbauan ke masyarakat, jaga aset ini untuk kepentingan bersama. Jangan sampai dibuka, besinya diangkat, lampunya dicabut,” ujarnya.

Warga Akui Kepedulian Masyarakat Masih Rendah

Sejumlah warga Kota Bogor menilai kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya kepedulian masyarakat dalam menjaga fasilitas umum.

Salah seorang warga Bogor Tengah yang menggunakan BisKita untuk mobilitas kerja, Tania (31), menyayangkan masih maraknya aksi vandalisme dan perusakan terhadap halte BisKita.

Menurutnya, menjaga halte bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bogor dan instansi terkait, tetapi juga seluruh masyarakat sebagai pengguna fasilitas publik.

“Halte kan fasilitas umum. Sebetulnya bukan tugas pemerintah saja untuk menjaganya. Masyarakat juga harus punya kesadaran dan kepedulian untuk menjaga dan merawat halte. Jangan dicoret-coret, apalagi dirusak atau sampai lampu dan kursinya dicuri. Harus saling menjaga,” kata Tania saat ditemui di Halte Sudirman, Kota Bogor, Senin.

Senada, warga Bogor Barat, Fadli (28) yang juga menggunakan BisKita untuk bekerja, menilai upaya pemerintah memperbaiki dan merawat halte perlu diimbangi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas publik.

Baca Juga:79 Halte BisKita di Kota Bogor Jadi Sasaran Vandalisme, Dishub Baru Rawat 8 HalteHalte BisKita Bogor Dipenuhi Vandalisme dan Kerusakan, Jenal Usulkan Pemasangan CCTV 

Menurutnya tanpa adanya kepedulian dari masyarakat, kerusakan yang sama pada halte akan terus berulang meski pemerintah rutin melakukan perawatan.

0 Komentar