“Kesadaran masyarakat untuk menjaga fasilitas umum masih perlu ditingkatkan. Pemerintah memang bisa memperbaiki halte yang rusak terus ngelakuin perawatan rutin, tapi kalau masih ada yang sengaja merusak atau ngambil fasilitasnya, ya kerusakan bakal terus terjadi. Halte itu dipakai bersama, jadi sudah seharusnya dijaga bersama juga,” kata Fadli.
Total 79 Halte BisKita, Perawatan Ditarget hingga September 2026
Diketahui, saat ini terdapat 79 halte BisKita Trans Pakuan di Kota Bogor. Berdasarkan data rekapitulasi Dishub, sebanyak 29 halte telah menjalani perawatan sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026.
Dari total tersebut, tujuh halte berada di Koridor 3 (K3) dan Koridor 4 (K4) yang hingga kini belum beroperasi. Sementara 72 halte lainnya merupakan halte aktif yang melayani Koridor 1 (K1), Koridor 2 (K2), Koridor 5 (K5), dan Koridor 6 (K6).
Baca Juga:Warga Bogor Dukung Rencana Pemasangan CCTV di Halte BisKita: Tapi Perawatan Rutinnya Jangan Sampai Abai Dishub Kota Bogor Klarifikasi Data, Sebut 29 Halte BisKita Sudah Lakukan Perawatan dari Total 79
Karena itu, perawatan saat ini diprioritaskan pada 72 halte yang telah beroperasi. Dari jumlah tersebut, 29 halte telah selesai diperbaiki, sedangkan 43 halte lainnya akan menjalani perawatan secara bertahap hingga September 2026.
Adapun perawatan yang dilakukan pada halte meliputi pembersihan coretan vandalisme, penggantian fasilitas halte yang rusak seperti bangku tunggu penumpang dan lampu, hingga pengecatan ulang pada bagian halte yang mulai kusam.
“Setiap halte kondisinya kan beda, jadi yang kerusakannya lebih parah atau lebih mendesak itu yang kami prioritaskan. Koridor yang sudah aktif juga jadi prioritas dulu. Tujuh halte di K3 dan K4 kan masih belum beroperasi dan baru direncanakan aktif pada 2027. Jadi, perawatan dan penyempurnaan fasilitas di halte K3 dan K4 akan dilakukan saat koridor tersebut mulai beroperasi,” kata Rudy.
